4 Mitos Seputar ASI dan Menyusui

ASI menjadi asupan nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir hingga usianya 6 bulan. Berbagai mitos yang salah seputar ASI dan menyusui acap masih dipercaya karena ketidaktahuan orang tua.

Kelahiran bayi di tengah-tengah keluarga membuat kebahagiaan bagi setiap pasangan. Tugas Anda selanjutnya adalah merawat bayi dan menyusuinya. Semua Ibu pasti bahagia dapat menyusui dan memberikan ASI untuk bayinya. Sampai saat ini, ASI masih menjadi asupan nutrisi terbaik dan terlengkap untuk bayi baru lahir hingga usianya 6 bulan (ASI eksklusif). Selanjutnya, disarankan untuk terus menyusui bayi hingga usianya 2 tahun.

Beragam manfaat akan didapat bayi dari ASI, yakni gizi lengkap dan seimbang, membantu meningkatkan daya tubuh, dan menghindarkannya dari risiko obesitas. Bagi Ibu, menyusui dapat mempererat ikatan emosional dengan bayi dan memperkecil risiko kanker payudara.

Banyak mitos salah yang berkembang di masyarakat seputar ASI dan menyusui. Tak sedikit orang tua yang dibuat bingung oleh berbagai mitos tersebut. Sebaiknya, jangan telan mentah-mentah berbagai mitos tersebut karena bisa saja berpengaruh negatif terhadap kesehatan bayi. Yuk cari tahu beberapa mitos salah seputar ASI dan menyusui supaya tak lagi membuat Anda bingung.

  1. Mitos: Ibu makan pedas, maka ASI akan terasa pedas
    Banyak yang beranggapan bahwa ibu menyusui tak boleh makan makanan yang pedas karena bayi akan merasakannya dan bisa membuatnya sakit perut. Bayi tidak 100% merasakan makanan yang dimakan oleh ibunya, hanya samar, dan hanya bertahan 8 jam. Sebenarnya, mengonsumsi makanan pedas berisiko pada Anda sendiri dan dapat menimbulkan gangguan pencernaan.
  1. Mitos: Usai Ibu bepergian, buang ASI terlebih dulu sebelum diberikan kepada bayi
    ASI sangat baik untuk bayi dan tidak ada istilah ASI basi. Membuang ASI usai bepergian tidak perlu dilakukan. Warna ASI yang terkadang terlihat keruh dan lebih encer disebabkan oleh nutrisi yang dikandungnya.
  1. Mitos: Payudara kecil ASI sedikit
    Masih banyak Ibu yang beranggapan bahwa ukuran payudara yang kecil berarti ASI sedikit. Lantas merasa tak percaya diri bisa memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Jangan khawatir Mam, ukuran payudara yang kecil tidak mempengaruhi produksi ASI. Dengan memperhatikan asupan makanan bergizi lengkap dan seimbang, produksi ASI tetap terjaga meskipun payudara kecil.
  1. Mitos: ASI tak langsung keluar pertanda Anda tidak bisa menyusui
    Buang kecemasan bahwa Anda tidak dapat menyusui karena ASI belum keluar di hari-hari pertama usai melahirkan. Tetap bersabar dan biarkan bayi terus mengisap puting karena akan merangsang keluarnya ASI. ASI biasanya akan keluar di hari ketiga pasca persalinan. Saat ASI keluar, cairan pertama berwarna kuning disebut kolostrum. Kolostrum ini sangat baik untuk kekebalan tubuh bayi.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :