Bagaimana Jika ASI Tidak Keluar?

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan pertama maupun nutrisi terbaik bagi Si Kecil. Sekalipun 90% ASI hanya terdiri dari air, kandungan nutrisi yang dimiliki ASI tidak perlu diragukan lagi, bahkan jauh lebih besar ketimbang susu sapi atau susu formula yang dijual dipasaran. Dikutip dari situs web Indonesian Pediatric Society (IDAI), ASI mengandung komponen makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara komponen mikronutrien seperti vitamin dan mineral pun tersedia dalam ASI.

Keharusan seorang ibu untuk memberikan ASI sampai Si Kecil berusia 6 bulan pun telah diatur oleh pemerintah dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 30 Tahun 2009. Namun dalam beberapa kondisi, ibu menyusui tak kunjung memproduksi ASI. Kalaupun keluar, mungkin hanya sedikit dan tidak lancar. Jika sudah begini, Mam pasti mulai merasa tertekan dan stress. Tekanan pun tidak hanya datang dari orang-orang sekitar. Keluarga dan sanak saudara juga mulai mendesak Mam untuk memberikan Si Kecil susu formula sebagai pengganti ASI. Padahal, rasa tertekan dan stress justru membuat ASI semakin tertahan dan sulit keluar.

Oleh sebab itu, jika Mam atau ada teman Mam yang mengalami kondisi seperti ini, berikut empat cara yang bisa dilakukan untuk merangsang ASI supaya bisa keluar:

  1. Merilekskan pikiran dan tubuh

Sekalipun terbaca sederhana, membuat pikiran dan tubuh rileks saat ASI tidak kunjung keluar adalah pekerjaan yang sulit. Untuk itu, lakukanlah segala sesuatu yang bisa membantu Mam untuk rileks, seperti minum-minuman hangat (kopi, susu, atau teh), mendengarkan musik, atau menonton film-film favorit. Perasaan bahagia dan rasa tenang bisa menstimulasi otak dan memerintahkan pengeluaran oksitosin yang merangsang keluarnya ASI.

  1. Merangsang puting susu

Mam bisa merangsang puting susu dengan berbagai cara: mendekatkan mulut Si Kecil ke payudara, menarik lembut dan memutarnya dengan perlahan, memijat dengan gerajakan maju dari dada ke arah puting, atau mengusapnya. Cara-cara tersebut dapat membantu meningkatkan jumlah dan lemak ASI.

  1. Power pumping

Power pumping adalah cara memompa payudara yang digunakan untuk meningkatkan produksi ASI. Teknik ini juga biasa digunakan ketika Si Kecil memasuki masa pertumbuhan yang pesat (growth spurt), keadaan dimana Si Kecil membutuhkan ASI lebih banyak dari biasanya. Dalam melakukan power pumping, Mam tidak bisa melakukannya sembarangan. Sediakan setidaknya 1 jam setiap pagi atau malam hari. Pompa ASI selama 20 menit, lalu istirahat selama 10 menit. Lanjutkan dengan memompa lagi selama 10 menit, dan istirahatkan kembali. Pompa lagi untuk terakhir kalinya selama 10 menit, dan selesai. Untuk hasil maksimal, lakukan hal ini dengan rutin.

  1. Mengonsumsi makanan bergizi

Karena apa yang Mam makan akan berdampak pada tubuh secara keseluruhan, maka mengonsumsi makanan bergizi akan mempengaruhi ASI untuk keluar. Mam bisa mengonsumsi sayuran hijau seperti daun katuk, bayam, kacang panjang, daun pepaya, dan pare. Selain sayuran hijau, buah-buahan juga baik bagi Si Kecil karena banyaknya kandungan protein di dalamnya.

ASI yang tidak kunjung keluar pasca melahirkan adalah sesuatu yang umum terjadi. Jika Mam mengalaminya, Mam tidak perlu merisaukannya terlalu lama. Selain melakukan cara-cara diatas, Mam juga bisa terus berkonsultasi dengan dokter laktasi untuk hasil terbaik.

 

Baca juga:

Diet Hamil Bagi Vegetarian

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :