Mitos VS Fakta ASI – Part 3

Mari simak mitos dan fakta sebenarnya tentang ASI Eksklusif, para ibu dan mama!

Mitos: Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong.

Fakta: Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk ibunya. Lakukan kontak kulit ke kulit, tutup bagian kepala bayi, lalu selimuti ibu dan bayi. Bedong bayi terlalu ketat, akan membuatnya lebih kedinginan, sehingga dapat meningkatkan resiko pneumonia. Pemakaian bedong juga berisiko membuat bayi terkena infeksi saluran pernafasan akut akibat paru-paru bayi tidak dapat mengembang sempurna ketika bernafas.

Mitos: Kurang tersedia tenaga kesehatan sehingga bayi tidak dapat dibiarkan menyusu sendiri.

Fakta: Suami atau anggota keluarga yang telah dewasa lainnya dapat membantu Inisiasi Menyusu Dini.

Mitos: Ibu harus dijahit (proses melahirkan caesar) sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya.

Fakta: Bagi ibu yang melahirkan dengan cara operasi caesar, meskipun sedang dijahit, ibu tetap dapat melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini.

Mitos: Bayi perlu diberi suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir.

Fakta: Benar, tapi dapat ditunda sampai 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.

Mitos: Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir.

Fakta: Bidan akan membersihkan seperlunya. Memandikan bayi sebaiknya ditunda hingga 6 jam agar tidak membuat bayi kedinginan.

Mitos: Bayi harus ditimbang dan diukur setelah lahir.

Fakta: Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.

Mitos: Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan Inisiasi Menyusu Dini pada bayi yang lahir dengan operasi caesar.

Fakta: Mungkin, tapi adalah tugas orang tua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD. Sebagai orangtua disarankan untuk mencari informasi yang terbaik untuk anak. Karena belum tentu petugas kesehatan memahami dengan baik informasi yang ada.

Sebelum menjadi Feature writer, saya bekerja di World Vision Indonesia dan ditempatkan di Nusa Tenggara Timur. Saya menikmati bekerja bersama dengan masyarakat terutama yang fokus di bidang kesehatan Ibu dan anak. Saya juga menyukai traveling ke daerah pendalaman. Passion saya ingin membantu mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat dan cerdas.

Related Posts

Comments :