Si Kecil Sulit untuk Minum ASI Langsung? Begini Triknya

Bila si kecil sulit untuk minum ASI langsung dari Mam (mungkin setelah Mam sakit) jangan panik dulu. Mam bisa melakukan beberapa trik mudah di bawah ini untuk membiasakannya kembali.

Beri Sentuhan pada Si Kecil

Memberikan sentuhan langsung pada si kecil bisa menstimulasi keinginannya untuk mengonsumsi ASI. Utamanya ASI yang dikonsumsi langsung dari Mam.

Sentuhan ini tak hanya bisa diberikan ketika Mam menggendong si kecil, tetapi juga ketika mandi atau ia tidur. Sebisa mungkin dekatkan ia pada Mam, dan jangan lepaskan ketika tidur. Meski proses ini tidak instan namun bisa membantu.

Sebisa Mungkin Tidak Menggunakan Botol

Botol bisa mempermudah pekerjaan Mam dalam memberi ASI, namun sebaiknya tak terlalu sering menggunakannya karena hal ini bisa mempengaruhi keinginannya untuk menyusui langsung dari Mam.

Bila si kecil sudah telanjur terbiasa dengan botol, Mam bisa mengakalinya dengan mendekatkan bayi pada payudara ketika ia sedang meminum dari botol. Perlahan lepaskan botol dan biarkan ia secara natural menyusui langsung.

Agar si kecil makin terbiasa, Mam juga bisa menggunakan nipple shield ketika ia tidak terlalu lapar untuk menyusui.

Juga Sebaiknya tak Memberikan Dot pada Si Kecil

Mam bisa memberikan dot ketika Mam benar-benar tak bisa menenangkan si kecil dan Mam sudah dalam keadaan sangat lelah. Namun, jangan membiasakan ia untuk menggunakannya. Pasalnya, hal ini bisa mengurangi keinginannya untuk minum ASI langsung dari Mam.

Menggunakan gendong bayi selama Mam beraktivitas di rumah juga bisa menjadi cara terbaik untuk membiasakannya tenang tanpa dot. Selain itu, cara ini juga baik untuk membuatnya bisa meminum ASI langsung dari Mam.

Biarkan Si Kecil Menyusui Ketika Tertidur

Ketika ia tertidur, Mam boleh membiasakannya untuk menyusui. Beberapa bayi ada yang melakukannya dan hal ini tidak masalah untuk diteruskan. Bila Mam terpaksa harus pergi, barulah ganti dengan botol.

Agar produksi ASI makin lancar, Mam bisa melakukan pemijatan pada payudara selama 8 hingga 12 kali per hari, masing-masing selama 20 menit. Pemijatan ini bisa menstimulasi produksi hormon prolactin yang merupakan hormon pemroduksi susu.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :