4 Tanda Bayi Mam Mengalami Autis

Autisme atau  biasa dikenal dengan sebutan autism spectrum disorder (ASD) merupakan gangguan yang berpengaruh pada proses interaksi sosia, perilaku, dan juga komunikasi. Gangguan ASD ini juga biasanya sudah terlihat dan dialami sejak masih anak-anak. Di Indonesia sendiri, setidaknya terdapat 2,4 juta jiwa yang mengalami autisme menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Saat ini, di Indonesia sendiri pun terdapat satu dari seratus bayi yang terlahir autis setiap harinya.

Penyebab yang pasti dari autisme hingga saat ini pun masih belum diketahui dengan benar. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda harus mengetahui atau mengenali gejala awal autisme pada bayi yang sering tanpa disadari terabaikan oleh orang tua. Tanda awal autisme memang pada umumnya muncuk pada usia tiga tahun pertama si kecil, namun terdapat pula beberapa tanda yang sudah bisa Anda kenali sejak bayi bahkan pada usia 6-18 bulan. Berikut penjelasannya.

Ekspresi

Ekspresi menjadi tanda-tanda awal autisme yang paling mudah dikenali oleh para orang tua pada bayinya. Pada usia 6 bulan pertama biasanya bayi yang memiliki autisme tidak tersenyum selama usia enam bulan pertama tersebut. Sedangkan pada usianya yang ke 12 bulan, bayi tidak akan menggunakan gestur/gerak tubuh, mengoceh, dan menunjuk ke arah orang atau benda yang dikenal. Bahkan bayi ini pun tidak akan mengeluarkan satu kata pun selama 12 bulan pertama.

Sedangkan ketika memasuki usia 2 tahun pertama, bayi pun tidak pernah mengucapkan dua frase kata pada usia 2 tahun pertama. Di usia yang sama, bayi ini pun akan terlihat memiliki sedikit ekspresi wajah dan muncul beberapa perilaku obsesif terhadap hal tertentu, perubahan mendadak dalam kontak mata, dan juga ekspresi wajah.

Pengulangan Perilaku (Repetitiveness)

Karakteristik fisik umum dari bayi dengan autisme yang juga mudah untuk dikenali adalah pengulangan perilaku. Biasanya anak-anak dengan autisme akan menggunakan beberapa pola, warna, dan melakukan kegiatan hal yang relatif sama. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa mereka mengembangkan keterikatan dengan hal tertentu dan menginginkan dengan cara tertentu. Tanda pengulangan perilaku fisik di antaranya, menggoyangkan tubuh selama berjam-jam, mengepakkan lengan, dan lainnya.

Kepekaan (Sensitivitas)

Bayi yang memiliki autisme biasanya mengalami ketidakseimbangan tertentu pada panca indera mereka. Misalnya, beberapa bayi biasanya bisa ditenangkan dengan mudah ketika pipi atau kepala mereka dibelai secara perlahan, sedangkan beberapa bayi lainnya tidak suka disentuh sama sekali. Beberapa dari mereka juga akan sangat sensitif terhadap suara, pola warna, dan bau lalu mudah merasa terganggu oleh keberadaannya.  Tingkat sensitivitas ini akan bervariasi menurut tingkat keparahan gangguan autisme tersebut pada bayi.

Kemunduran Kemampuan

Ketika seorang anak yang terdiagnois dengan autisme ringan atau parah, terkadang orang tua akan mengklaim kalau anaknya anaknya tidak menunjukkan tanda-tanda autisme pada masa bayi. Gejala autisme yang paling berbahaya adalah kehilangan kemampuan untuk mengartikulasi dan memahami arti dari kata-kata tertentu, lalu menarik diri sepenuhnya dari semua interaksi sosial. Tidak hanya itu, ketika memasuki usia anak-anak mereka akan berhenti berbicara dan mulai hidup di dalam dunia mereka sendiri.

Mam, itulah beberapa tanda-tanda autisme yang bisa Anda kenali sejak bayi. Mengenali gejala autisme sejak dini tentunya akan sangat membantu perkembangan si kecil di masa depan. Jika Anda menemukan beberapa gejala serupa, ada baiknya Anda mulai berkonsultasi dengan dokter.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :