5 Efek Samping Mewarnai Rambut

Bagi semua perempuan, rambut adalah mahkota yang harus selalu dirawat untuk menunjang penampilan. Banyak pula perempuan yang memilih mewarnai rambutnya untuk mempercantik diri. Padahal pewarna rambut yang terbuat dari bahan kimia dapat menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya Mam. Apa saja? Inilah 5 efek samping mewarnai rambut.

1.Iritasi kulit

Bila ingin mewarnai rambut, sebaiknya Mam mencoba melakukan tes terlebih dahulu di kulit kepala setidaknya 48 jam sebelum mulai mewarnai seluruh rambut. Hal ini penting dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan melakukan tes, Mam bisa melihat apakah rambut cocok atau tidak dengan bahan kimia dalam pewarna tersebut. Bila tidak cocok biasanya akan terjadi reaksi tertentu. Gejalanya adalah gatal, kulit kepala terasa seperti terbakar dan rasa tidak nyaman di kulit kepala.

  1. Alergi

Dalam berbagai produk pewarna rambut umumnya terdapat kandungan zat Paraphenylenediamine atau PPD. Kandungan ini dapat menyebabkan reaksi alergi seperti kemerahan, gatal pada kepala dan bengkak pada kulit kepala. Bila alergi tersebut tidak juga sembuh, gejala selanjutnya adalah pembengkakan yang akan terjadi di sekitar mata dan kelopak mata. Tak hanya itu zat PPD juga bisa menyebabkan reaksi alergi lainnya seperti kulit bersisik di wajah, sekitar mata dan hidung.

  1. Rambut rapuh

Seberapa sering Mam mengganti warna rambut dengan warna yang berbeda? Bila Mam terlalu sering menggunakan produk pewarna untuk rambut, maka hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan rambut. Bahan kimia dapat memisahkan kutikula sehingga membuat rambut menjadi rapuh dan semakin kering. Bila rambut semakin rapuh, Mam bisa memotong rambut agar rambut yang rapuh teregenerasi.

4.Asma

Mewarnai rambut juga menimbulkan risiko untuk kesehatan. Rambut yang terlalu sering terpapar oleh bahan-bahan kimia akan dapat berisiko lebih tinggi penggunanya terkena penyakit asma. Paparan kandungan Paraphenylenediamine (PPD) pada pewarna rambut akan mengganggu proses pernafasan sehingga Mam kesulitan untuk bernafas. Hal ini juga berarti tubuh tidak mampu menerima bahan kimia tersebut. Konsultasikan pada dokter jika terjadi keluhan lebih lanjut ya Mam.

  1. Kanker

Paraphenylenediamine (PPD) dapat merusak sel DNA pada tubuh manusia. Hal itu akan menyebabkan mutasi genetik sehingga dapat menimbulkan kanker. American Cancer Society menyebut bahwa pewarna rambut bersifat karsinogenik. PPD dalam produk pewarna rambut dapat mengganggu keseimbangan hormon alami dalam tubuh dan meningkatkan risiko kanker payudara.

 

 

Banyak sekali ya Mam efek samping dari mewarnai rambut. Bereksperimen dan mencoba warna yang baru untuk rambut sebenarnya tidak ada salahnya. Namun Mam juga harus siap menghadapi banyak risiko yang ditimbulkan. Sebaiknya jangan terlalu sering mengganti warna rambut ya Mam karena risiko tidak hanya terjadi pada rambut tapi juga pada tubuh!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :