7 Kandungan Obat yang Harus Dihindari Saat Hamil

Mam, saat hamil jangan sembarangan minum obat tanpa resep dokter meskipun untuk penyakit yang ringan seperti batuk dan pilek. Usahakan untuk tidak mengonsumsi atau menggunakan obat-obatan yang Mam beli sendiri di apotek karena ada beberapa kandungan obat yang tidak baik untuk janin dalam kandungan. Jika Mam tidak melihat kandungan obat yang Mam konsumsi, bisa saja kehamilan terancam. Nah, untuk itu Mam setidaknya harus tahu bahan obat yang dihindari saat hamil.

  1. Obat tidur dan pereda migrain

Mam mungkin sering mengalami kesulitan tidur saat sedang hamil karena beberapa perubahan fisik dan hormon dalam tubuh. Kurang tidur juga bisa menyebabkan sakit kepala di pagi hari. Jika Mam mengalami dua permasalahan ini, ada baiknya untuk tidak membeli obat tidur dan pereda migrain sendiri di apotek tanpa adanya resep dokter. Karena ada obat tidur yang bisa memengaruhi tumbuh kembang janin dan berisiko mengalami masalah mental hingga kesulitan belajar. Obat migrain pun ada yang mengandung topamax di mana tidak baik untuk kesehatan janin.

 

  1. Antihistamin

Antihistamin adalah bahan obat yang digunakan untuk mengatasi alergi. Mam yang memiliki alergi mungkin terbiasa mengonsumsi obat untuk menyembuhkan sakit yang ditimbulkan oleh alergi. Namun ada baiknya Mam melihat kandungan dalam obat alergi Mam. Jika ada antihistamin di dalamnya sebaiknya tidak dikonsumsi karena bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur, memiliki bobot di bawah rata-rata, gangguan pernapasan, infeksi, dan masalah tumbuh kembang.

 

  1. Aspirin

Aspirin merupakan obat yang sering dikonsumsi untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, dan demam. Obat ini bisa dibeli secara bebas di apotek. Namun ternyata, saat hamil aspirin memiliki dampak buruk bagi janin. Karena bisa membuat aliran darah janin mengalir ke uterus dan menimbulkan masalah kesehatan pada paru-paru bayi.

 

  1. Obat jerawat

Jerawat merupakan masalah yang timbul saat Mam hamil karena hormon yang mempengaruhi timbulnya jerawat menjadi sangat tinggi karena kehamilan. Salah satu kandungan obat jerawat yang bisa membahayakan janin adalah isotretinoin. Karena merupakan penyebab bayi lahir cacat jantung dan bibir sumbing. Ada juga accutane dan zat yang mirip retinoid penyebab kelainan bawaan yang dialami bayi seperti gangguan otak, jantung dan cacat fisik.

 

  1. Ibuprofen

Ibuprofen yang biasa digunakan untuk pereda nyeri sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri otot ternyata tidak bisa sembarangan digunakan oleh ibu hamil. Meskipun obat ini dijual bebas di pasaran, ternyata ada efek buruk yang memengaruhi janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Contohnya adalah kerusakan jantung dan paru-paru bayi saat dilahirkan dan menjadikan cacat bawaan.

 

  1. Obat antidepresan

Antidepresan merupakan obat penenang yang dikonsumsi sebagai pereda kecemasan yang dialami ibu hamil. Umumnya ibu hamil akan mengalami rasa cemas sebagai akibat yang timbul karena banyak pikiran. Namun Mam tidak bisa sembarangan membeli obat antidepresan untuk mengurangi kecemasan. Salah satu obat antidepresan yang masih banyak digunakan adalah lexapro. Obat ini ternyata bisa menimbulkan cacat jantung dan meningkatkan risiko cacat jantung.

 

  1. Antibiotik

Antibiotik biasanya digunakan sebagai obat untuk membunuh bakteri penyebab sakit yang dialami tubuh dan penyebab infeksi. Namun ada antibiotik seperti tetrasiklin yang dapat mengubah gigi bayi yang sedang berkembang dan tidak boleh diminum ibu hamil. Ada juga antibiotik yang memiliki efek yang lebih parah karena bisa menyebabkan keguguran. Untuk itu penggunaan antibiotik haruslah sesuai dengan resep dokter.

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :