Bisakah Kolesterol Baik Berubah Jadi Jahat?

Mam pasti tahu bahwa kolesterol itu ada yang “baik” dan ada yang “jahat”, kan? Kalau mendengar kata kolesterol sendiri, mungkin orang awam akan menganggapnya sebagai sumber berbagai macam penyakit – merujuk pada kolesterol jahat. Padahal pada kenyataannya kolesterol sendiri terbagi jadi dua, yakni low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat” serta high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol “baik”.

Melansir dari Dictio Community, LDL (low density lipoprotein) atau lipoprotein berdensitas rendah yang disebut sebagai kolesterol jahat, terbentuk dari protein bernama apoprotein B-100 (ApoB). Protein-protein ini berakumuasi menjadi LDL yang kemudian berfungsi untuk membawa kolesterol dari hati menuju jaringan perifer (Murray, 2009). Nah, ketika terlalu banyak LDL pada jaringan perifer inilah yang menyebabkan berbagai macam penyakit dan kandungan lemak jenuh tinggi, Mam.

Sedangkan HDL (high density lipoprotein) atau lipoprotein berdensitas tinggi yang biasa disebut sebagai kolesterol baik terbentuk dari protein yang bernama apolipoprotein A1 (ApoA1), dilansir dari Dokter Sehat. Protein-protein ApoA1 bertugas untuk membawa kolesterol dari atheroma dalam arteri dan juga jaringan perifer menuju hepar (hati) agar bisa diekskresikan atau digunakan ulang (Komoda, 2010).

Namun, tahukan Mam, bahwa kolesterol baik ini bisa berubah menjadi jahat?

Berubahnya kolesterol baik menjadi “jahat’ pertama kali dicetuskan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Stanley Hazen pada tahun 2004 silam. Riset yang dilakukan oleh Hazen beserta timnya ini melibatkan 627 pasien. Hasil dari riset tersebut dapat disimpulkan bahwa kolesterol baik bisa mengalami perubahan sehingga menjadi (kolesterol) buruk.

Perubahan kolesterol baik menjadi buruh berdasarkan studi Hazen di tahun 2004 ini, disebabkan oleh akumulasi apoA1 yang terlalu banyak pada dinding pembuluh arteri. Alhasil akumulasi yang terlalu banyak ini memicu risiko penyakit jantung koroner. Dugaan awal dalam riset ini, seperti yang dilansir dari Cleveland.com, bahwa enzim yang bernama myeloperoxidase adalah faktor penyebab berubahnya kolesterol baik (HDL) menjadi jahat.

Padahal studi yang dilakukan oleh Dr. Stanley Hazen tersebut awalnya direncanakan untuk merancang sebuah obat -yang menggunakan HDL- untuk meningkatkan kesehatan jantung. Tapi pada akhirnya kolesterol baik tersebut malah terakumulasi di pembuluh darah dan menyebabkan plak.

Masih dibutuhkan studi dan bukti lebih lanjut untuk mengetahui mekanisme berubahnya kolesterol baik menjadi jahat ini.

Kolesterol baik (HDL) serta kolesterol jahat (LDL) memiliki kadar aman tersendiri dalam tubuh, melansir dari Dictio Community. Low desnsity lipoprotein yang berada pada kadar antara 100-129 miligram/deciiter adalah kadar aman LDL dalam tubuh, berdasarkan kategori yang disampaikan oleh American Heart Association di tahun 2005. Bagi orang dengan penyakit jantung kadar LDL yang aman yakni dibawah 70 mg/dL, untuk orang beresiko penyakit jantung kadar aman berada kurang dari 100 mg/dL, dan ketika kadar LDl melebihi 130 mg/dL memiliki resiko tinggi penyakit jantung.

Kadar aman high density lipoprotein (HDL) dalam tubuh berkisar antara 40-60 mg/dL, sedangkan jika kurang dari 40 mg/dL akan meningkatkan resiko penyakit jantung.

Jadi kesimpulan yang bisa didapatkan pada titik ini kembali pada ungkapan klasik bahwa “segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik’. Setuju kan Mam?

 

Meta description: kadar HDL atau kolesterol baik yang terlalu tinggi dapat menyebabkan akumulasi di dinding pembuluh arteri, inilah kenapa kolesterol baik bisa berubah menjadi jahat

Meta keywords: kolesterol baik jadi jahat, kolesterol baik, kolesterol jaha, berubah

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :