Apa yang Harus Mam Tahu tentang Yo-yo dieting?

Mam, pernah berhasil menurunkan berat badan setelah menjalani diet namun kembali naik dalam beberapa tahun kemudian? Jika Mam pernah mengalaminya, kondisi tersebut dinamakan yo-yo dieting, yo-yo effect, atau weight cycling. Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Kelly D. Brownell pada Yale University karena mengacu pada turun naiknya berat badan yang diumpamakan seperti gerakan pada permainan yo-yo. Dalam prosesnya, seseorang yang menjalani program diet sebenarnya telah berhasil menurunkan berat badan, namun sayangnya mereka tidak berhasil untuk mempertahankan berat badan tersebut sehingga mengalami kenaikan kembali. Setelah sadar bahwa berat badannya kembali naik, orang tersebut akan kembali menjalani diet untuk menurunkan kembali berat badannya, dan seperti itulah siklus yo-yo dieting dimulai.

Sebuah penelitian, yang dilakukan pada tikus yang mengalami yo-yo dieting, menemukan bahwa kondisi tersebut membuat lemak semakin menumpuk dalam tubuh tikus. Namun ternyata, tidak semua setuju bahwa yo-yo dieting berisiko jika diterapkan pada manusia. Beberapa studi memang menunjukkan bahwa weight cycling pada wanita juga menyebabkan menumpuknya lemak di daerah pinggang mereka, tetapi penelitian lainnya membantah pernyataan tersebut. Mereka justru mengatakan bahwa yo-yo dieters (manusia) tidak mengalami masalah apapun ketika mereka mulai mencoba untuk menurunkan berat badan mereka kembali. Jadi, bisa dibilang yo-yo dieting memang lebih berbahaya jika dialami oleh tikus dibandingkan dengan manusia.

Sejumlah studi terbaru lainnya juga menyatakan bahwa yo-yo dieting memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Survei menunjukkan bahwa 25% laki-laki dan 27% perempuan di dunia selalu berusaha untuk menurunkan berat badan mereka. Namun, hampir 9 dari 10 orang yang menjalani diet tersebut akan mengalami kegagalan mempertahankan berat badan ideal mereka. Untuk menanggapi hal ini, para ahli pun berpendapat bahwa yo-yo dieting jauh lebih baik dibanding mereka yang tidak pernah berdiet sama sekali. Lagipula, jika Mam ingin mengulang diet Anda karena berat badan yang kembali naik, namun masih ragu-ragu karena takut terkena risiko tekanan darah tinggi, diabetes, atau kanker, sebenarnya belum ada bukti mumpuni yang mendukung pernyataan tersebut.

Dr David Allison, seorang biostatistik di University of Alabama di Brimingham, dalam situs web The Telegraph mengumpamakan yo-yo dieting seperti pergi ke dokter gigi. Katanya, sama seperti Anda pergi ke dokter gigi untuk pemeriksaan gigi rutin dan menemukan terdapat plak di sekitar gigi Anda, dan Anda kemudian memutuskan untuk membersihkannya. Setelah bersih, dokter akan memberikan Anda sikat gigi dan alat pembersih gigi lainnya supaya Anda merawat gigi Anda sendiri dan memperbolehkan Anda pulang. Enam bulan kemudian, ketika Anda kembali memeriksakan gigi Anda, ternyata plak gigi kembali muncul. Namun, Anda tidak kemudian menuntut dokter gigi tersebut bahwa mereka melakukan sebuah kegagalan bukan? Sama seperti menjalani diet, kembali naiknya berat badan bukanlah sebuah kegagalan. Dr. Allison berpendapat bahwa menjalani siklus menurunkan berat badan karena berat badan tersebut kembali naik bukanlah ide yang buruk. Pernyataan Dr. Allison kembali didukung oleh Susan Jebb, seorang profesor di bidang Diet and Population Health pada Oxford University. Ia menyetujui anggapan bahwa penurunan berat badan pada orang yang belum memiliki berat ideal adalah sesuatu yang bermanfaat, sekalipun mereka harus mengalami kenaikan berat badan pada beberapa tahun berikutnya.

Mam, terlepas dari pro-kontra yang ada mengenai yo-yo dieting, yang terpenting adalah bagaimana Mam menerapkan pola hidup yang sehat. Bukan karena berat badan Mam sudah turun, lalu mengetahui bahwa yo-yo dieting tidak berbahaya, maka kemudian Mam kembali pada pola makan makanan sembarangan. Tetap jaga pola hidup sehat ya, Mam!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :