Kenapa Mam Terus Gendut Walaupun Sudah Diet?

Hal ini pasti pernah terjadi pada Mam: sudah menjaga pola makan dan berolahraga secara rutin, tapi berat badan tak kunjung turun atau bahkan malah bertambah. Tentunya ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya kondisi tersebut, Mam. Yuk, cari tahu apa saja faktor-faktor tersebut agar diet yang Mam lakukan bisa lebih optimal lagi.

Lemak, Protein, dan Karbohidrat Tidak Seimbang

Terlalu banyak mengonsumsi lemak, bahkan lemak tidak jenuh sekali pun, dapat memperlembat proses penurunan berat badan Mam. Salah satu cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menyeimbangkan lemak dengan protein dan karbohirat. Jika nutrisi yang Mam konsumsi tidak seimbang, Mam justru akan semakin mudah merasa lapar dan akhirnya lebih sering makan. Akibatnya, proses diet pun akan terganggu dan berat badan Mam justru bertambah.

Tidak Menghitung Asupan Kalori

Mam, makanan sehat seperti alpukat dan kacang-kacangan pun ternyata mengandung kalori yang padat, lho. Karenanya, Mam dianjurkan untuk mencatat jumlah kalori dari setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi. Lagipula, sebuah studi yang dilakukan American Journal of Preventive Medicine menunjukkan bahwa orang yang membuat catatan makanan sehari-hari akan kehilangan dua kali lipat berat badannya dibandingkan yang tidak. Mam bisa menggunakan aplikasi khusus seperti MyFitnessPal untuk mencatat kalori.

Kurang Makan Sayuran

Kunci dari diet yang sukses adalah keseimbangan antara kalori tinggi dan rendah yang masuk ke tubuh. Untuk itu, Mam perlu makan banyak sayuran. Namun, jika Mam hanya makan makanan berkalori rendah seperti salad setiap hari, Mam akan merasa cepat lapar. Cara terbaik untuk tetap merasa kenyang walaupun sedang diet adalah dengan memperhatikan porsi makanan dalam piring. Dalam satu piring, usahakan porsi sayuran menempati separuh bagiannya. Paduan dari serat dan air dalam sayuran serta lemak, karbohidrat, dan protein dalam lauk pauk akan membuat Mam kenyang dengan pas.

Waktu Tidur yang Kurang

Diet yang bagus akan menjadi percuma apabila Mam tidak mengimbanginya dengan tidur yang cukup dan berkualitas. Ya, Mam, kurang tidur bisa menyebabkan diet Mam tidak berjalan optimal! Dilansir dari situs Bisnis.com, seorang profesor klinis kedokteran bernama Michael Bergman di New York University Langone Medical Center mengatakan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan resistensi insulin. Kedua hal tersebut bisa menyebabkan bertambahnya berat badan.

Cara yang Salah dalam Menggunakan Timbangan

Cara menggunakan timbangan ternyata juga ikut berpengaruh dalam kenaikan atau penurunan berat badan, lho. Ingat, Mam, tubuh manusia hampir 60 persennya terdiri dari air. Berat badan terus berubah sepanjang hari sesuai asupan makanan, minuman, dan intensitas aktivitas fisik. Misalnya, orang sering merasa sudah mengalami kenaikan atau penurunan berat badan sebanyak 2 kg, padahal itu hanya berat air dan makanan. Waktu paling ideal untuk menimbang berat badan adalah pagi hari setelah tidur. Selain waktu tersebut, perubahan berat badan membutuhkan waktu.

Jadi, jangan putus asa jika memang ingin menurunkan berat badan ya, Mam. Kenali penyebab-penyebabnya di atas agar Mam bisa mengatasi kendala dalam melakukan diet. Good luck, Mam!

Baca juga : 

Indonesia Cinta Sehat

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :