Waspada, Inilah 3 Dampak Terlalu Sering Makan Kacang Tanah

Photo credit: Pexels

Siapa yang tidak suka makan kacang tanah? Kacang tanah sering dijadikan makanan ringan untuk berbagai kesempatan. Mengolah kacang tanah pun tidak sulit. Hanya dengan proses yang singkat kacang tanah sudah bisa menjadi makanan nikmat. Namun dibalik rasanya yang lezat, kacang tanah juga memiliki beberapa dampak berbahaya untuk kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa di antaranya.

Rentan kontaminasi mikroba

Pada dasarnya kacang tanah yang kita konsumsi merupakan biji. Biji ini tumbuh dan berkembang di bawah tanah. Nah, seperti yang Mam ketahui, tanah sangat rentan dengan bakteri dan mikroba. Kondisi tanah yang cenderung lembap tentu akan memudahkan bakteri berkembang dan menempel pada kulit kacang tanah.

Terlebih posisi kacang yang jauh dari sinar matahari ini sangat disukai bakteri. Salah satu bakteri berbahaya yang bisa hidup di kacang tanah adalah Salmonella. Padahal Salmonella ini bisa menyebabkan diare lho, Mam. Untuk itu, pastikan untuk membersihkan kacang tanah sebelum mengonsumsinya ya!

Menghambat pertumbuhan Si Kecil

Konsumsi kacang tanah yang terlalu sering ternyata juga bisa berdampak pada pertumbuhan anak. Ini karena terkadang kacang tanah mengandung jamur yang membawa racun aflatoksin. Racun yang satu ini merupakan zat karsiogenik yang dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker hati,

Pada anak-anak, racun aflatoksin pun bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Gangguan ini akan menyebabkan nutrisi dari makanan tidak dapat diserap dengan baik. Akibatnya pertumbuhan Si Kecil pun akan terhambat. Agar hal ini tidak terjadi sebaiknya Mam memperhatikan higienitas serta takaran kacang tanah.

Menimbulkan gangguan pada ginjal

Kacang tanah, terutama yang telah dibumbui jelas memiliki cita rasa lezat. Namun tahukah Mam bahwa terdapat beragam risiko dalam kacang tanah berbumbu tersebut. Salah satu risiko tersebut adalah gangguan pada organ ginjal. Bagaimana bisa? Ini karena kacang tanah berbumbu memiliki kandungan sodium tinggi.

Kandungan sodium yang terlalu tinggi dalam darah akan memicu tubuh untuk memproduksi lebih banyak cairan. Tujuannya adalah untuk melarutkan sodium supaya tidak mengganggu aliran darah. Padahal cairan yang terlalu banyak dalam tubuh akan menyebabkan jantung bekerja keras. Kerja organ ginjal pun akan meningkat untuk menyaring cairan tersebut.

Berat badan bertambah

Dalam kacang tanah terdapat kandungan zat lektin yang teksturnya cenderung lengket. Tekstur yang lengket ini menyebabkan kacang tanah terkadang susah dicerna tubuh. Di samping itu, lektin juga berpotensi mengacaukan sistem insulin dalam tubuh. Padahal sistem inilah yang berperan mengatur berat badan lho, Mam.

Hal ini tentu akan menghambat Mam yang sedang melakukan program pengurangan berat badan. Jadi sebaiknya hindarilah kacang tanah dan olahannya jika memang sedang dalam program pengurangan berat badan ya, Mam!

 

Meskipun lezat, kacang tanah ternyata memiliki beberapa dampak yang membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Supaya Mam dan keluarga terhindar dari segala risiko tersebut, pastikan untuk selalu mengonsumsi kacang tanah dalam takaran yang tepat ya!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :