4 Mengatasi Si Kecil yang Sakit Asma

Asma adalah salah satu penyakit cukup populer di Indonesia. Terlepas dari usia penderita, Indonesia bahkan menempati urutan ke-19 di dunia untuk negara dengan kematian akibat penyakit asma, sekitar 24 ribu orang atau 1.77% dari total jumlah kematian penduduk di Indonesia (WHO, 2014). Belum ada pihak yang memastikan apa faktor penyebab penyakit ini, namun secara umum asma dipicu oleh beberapa faktor seperti asap rokok, debu, bulu binatang, udara dingin, virus, atau zat kimia.

Karena merupakan gangguan pada saluran pernapasan yang ditandai dengan meradang dan menyempitnya saluran tersebut, maka penderita asma acap kali merasa sulit bernapas, nyeri di bagian dada, batuk-batuk, atau mengi. Kabar buruknya, asma tidak mengenal usia. Keadaan menyiksa tadi (sulit bernapas, nyeri di dada, batuk, mengi) bisa dirasakan oleh segala jenis usia, mulai dari yang telah berusia senja, orang dewasa, hingga anak-anak. Namun Mam tidak perlu terlalu khawatir, meskipun belum diketahui penyebabnya, penyakit asma masih bisa diatasi.

Oleh sebab itu, artikel kali ini akan membahas 4 cara yang bisa Mam terapkan khusus untuk mengatasi Si Kecil yang sakit asma. Berikut daftar dan penjelasannya:

  1. Mengonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan dokter

Sebagian besar anak-anak selalu menolak untuk mengonsumsi obat karena rasanya yang cenderung pahit. Namun untuk membuat saluran pernapasan tidak mudah menyempit dan meradang, Mam harus memastikan Si Kecil untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut secara rutin. Beberapa penderita asma bahkan mengonsumsi obat-obatan untuk membantu membuka saluran udara mereka ketika mengalami flare-up. Bentuk obat-obatan tersebut pun beragam, ada yang berbentuk  pil atau cairan.

  1. Mengindentifikasi dan menghidari pemicu asma

Faktor yang memicu hingga asma bisa kambuh sebenarnya sangat beraneka ragam. Namun umumnya, asma dipicu oleh alergi terhadap serbuk sari, perubahan cuaca, atau infeksi virus (flu misalnya). Jika Mam merasa kesulitan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang memicu asma Si Kecil kambuh, Mam bisa meminta bantuan dokter. Bawalah Si Kecil untuk diperiksa soal alerginya dan tanyakan ke dokter apakah alergi tersebut memicu asma Si Kecil. Ketika Mam sudah mengetahui faktor apa saja yang bisa memicu kambuhnya asma Si Kecil, usahakan semaksimal mungkin untuk menghindarinya.

  1. Mendapatkan vaksin flu

Di Indonesia, vaksin untuk flu memang tidak sepopuler Polio-1, Hepatitis B, atau Bacille Calmette- Guérin (BCG). Namun bagi penderita asma, vaksin flu wajib dilakukan karena flu bisa memicu penderita asma mengalami flare-up dan meningkatkan risiko penyakit lain yang lebih serius berkembang.

  1. Menggunakan flow meter

Jika Si Kecil telah memasuki usia 5-11 tahun, Mam bisa menggunakan flow meter sebagai salah satu cara dalam mengatasi asma. Flow meter adalah alat portable yang berfungsi untuk mengukur seberapa banyak udara yang bisa Si Kecil hembuskan, memberikan informasi kepada Mam apakah kinerja paru-paru Si Kecil bekerja dengan baik atau tidak. Jika setiap hembusan nafas Si Kecil menunjukkan angka yang kecil, berarti ada kemungkinan asma Si Kecil bertambah buruk. Segera konsultasikan ke dokter jika itu terjadi. Datang ke dokter tepat pada waktunya bisa menurunkan risiko Si Kecil mengalami flare-up atau asma yang semakin parah.

Selain menjadi penyakit yang populer di Indonesia, asma pun menjadi penyakit yang datang secara tiba-tiba. Maksudnya, Si Kecil yang terdiagnosis menderita asma waktu kecil belum tentu tetap menderita asma ketika Ia dewasa. Ada kemungkinan gejala asma tersebut hilang saat Si Kecil beranjak besar. Namun begitu pula jika Anda yang sudah dewasa, bukan berarti Anda tidak akan mengalami asma karena penyakit ini tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak. Oleh sebab itu, penting bagi Mam dan Si Kecil untuk selalu waspada terhadap penyakit ini, dan terus menjaga kesehatan!

 

Baca juga : 

6 Tips Mencegah Sakit Gigi Pada Ibu Hamil

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :