Apakah Semua Bayi Harus Mendapatkan Vaksin Hepatitis B?

Hepatitis B adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini dapat masuk ke aliran darah, menyerang hati, dan membuat kerusakan yang cukup parah di dalamnya. Ketika virus Hepatitis B menjangkit Si Kecil pada tahun-tahun pertama kelahirannya, 9 dari 10 bayi akan terinfeksi seumur hidupnya (yang juga disebut dengan Hepatitis B kronis). Kemudian, hampir 1 dari 4 bayi yang terinfeksi virus tersebut akan meninggal dunia karena hati yang sudah tidak lagi berfungsi (gagal hati) atau kanker hati kelak saat dewasa.

Cara Penularan Hepatitis B

Sama seperti Hepatitis A, Hepatitis B juga merupakan penyakit menular. Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh, cara penularannya antara lain: kontak seksual, berbagi jarum suntik, dan kontak dengan jarum suntik secara tidak sengaja. Namun, virus yang menjangkit Si Kecil biasanya berasal dari tubuh sang ibu yang tidak menyadari bahwa dirinya juga telah terinfeksi. Si Kecil yang masih dalam kandungan memang akan ikut terjangkit Hepatitis B jika sang ibu terinfeksi virus tersebut. Dalam kasus lain, virus Hepatitis B akan menyebar ke bayi saat Ia melakukan kontak terlalu dekat dengan anggota keluarga, petugas rumah sakit, atau kerabat yang juga terinfeksi virus Hepatitis B.

Lalu, jika seseorang tertular virus Hepatitis B, apakah Ia masih bisa disembuhkan? Seperti yang dikutip dari situs web Immunize.org, sampai saat ini dunia kedokteran belum bisa menemukan obat yang dapat menyembuhkan Hepatitis B secara sempurna. Namun para Mam tidak perlu terlalu khawatir. Walaupun belum menemukan obat untuk menyembuhkan, Mam bisa mencegah Si Kecil terjangkit virus Hepatitis B dengan memberikan vaksin Hepatitis B.

Pentingnya Vaksin Hepatitis B bagi Si Kecil

Vaksin Hepatitis B biasanya diberikan kepada Si Kecil tidak lama setelah Ia lahir ke dunia, atau paling lambat, sebelum Ia meninggalkan rumah sakit. Pemberian vaksin Hepatitis B kepada Si Kecil dinilai sangat penting karena dapat melindungi dan mengurangi risiko Ia terinfeksi virus ini, apalagi daya tahan tubuh Si Kecil belum sebaik daya tahan tubuh orang dewasa. Bahkan, konsep pemberian vaksin Hepatitis B sedari dini juga didukung oleh sejumlah kelompok medis profesional seperti American Academy of Pediatrics, the American Academy of Family Physicians, atau the American College of Obstetricians and Gynecologists.

Selain itu, data menunjukkan bahwa bayi berusia kurang dari lima tahun yang telah terjangkit virus Hepatitis B memiliki risiko kematian dini akibat penyakit hati 15-25% lebih tinggi dibanding bayi yang sehat. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa pemberian vaksin Hepatitis B untuk Si Kecil sama seperti mengikutsertakannya pada asuransi kesehatan sejak awal.

Vaksin Hepatitis B Aman bagi Si Kecil

Di Amerika Serikat, vaksin Hepatitis B sudah diberikan kepada lebih dari 120 juta orang, termasuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Itu berarti, vaksin Hepatitis B terbukti aman bagi Si Kecil. Tidak hanya di Amerika Serikat, vaksin Hepatitis B bahkan sudah diberikan kepada miliaran orang lainnya yang tersebar di seluruh dunia. Kalaupun Si Kecil mengalami efek samping dari pemberian vaksin tersebut, efek yang ditimbulkan bukanlah efek serius, namun hanya berupa nyeri di daerah tempat Ia disuntik atau demam ringan. Jarang ada kasus serius yang timbul akibat pemberian vaksin Hepatitis B.

 

Baca juga:

7 Simbol Penting Yang Terdapat Pada Barang Plastik

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :