Ciri-Ciri Ayah Mengalami Gejala Despresi

Masyarakat Indonesia masih cenderung menyepelekan kesehatan mental, padahal kesehatan jiwa tersebut tetap harus dijaga agar seseorang tetap dapat semangat setiap hari. Salah satu gangguan kejiwaan yang paling umum adalah depresi dan sering menghinggapi di kaum Adam. Ciri-cirinya ternyata mudah untuk dideteksi. Apakah Ayah mengalaminya?

Biasanya Suka Bersosialisasi, Sekarang Tidak

Apakah ayah sebelumnya termasuk orang supel yang tak bisa lepas dari sosialisasi? Bila sekarang ia bahkan tak suka keluar untuk bertemu dengan teman-temannya maka Mam perlu curiga. Bisa jadi Ayah mengalami gejala depresi awal. Gejala ini tak berlaku bila dari awal memang Ayah termasuk pribadi yang lebih suka di rumah daripada ke luar bersama teman, ya Mam!

Kerap Susah Tidur

Susah tidur bisa dialami oleh orang yang memiliki banyak pikiran dan depresi. Bila Ayah kerap tak bisa tidur di malam hari, padahal biasanya ia mudah tidur maka Mam perlu curiga. Ajak Ayah berbicara tentang kesehariannya untuk mengurangi beban pikirannya. Dengan menjadi lebih terbuka pada orang lain, Ayah bisa terbebas dari pikiran-pikiran yang mengganggunya sebelum tidur.

Selalu Memikirkan Kemungkinan Terburuk di Suasana Bahagia Sekalipun

Apakah Ayah sering terlihat tak bersemangat saat hari bahagia, atau ia sering menyuarakan pikirannya akan kemungkinan terburuk si suasana yang senang sekalipun? Bisa jadi Ayah sedang mengalami gejala depresi. Namun bila ini pertama kali Mam dengar, Mam tidak perlu ambil 1000 langkah dulu, bila terjadi berulang-ulang barulah Mam mulai mengambil tindakan untuk membantu Ayah keluar dari jeratan depresi.

Pola Makan Berubah

Biasanya Ayah makan banyak namun sekarang tidak? Atau biasanya karang makan sekarang terus makan? Pola ini memang umum terjadi, namun Mam perlu curiga karena ini juga adalah pola terjadinya depresi. Ada beberapa orang yang melarikan diri dengan makanan ketika mengalami depresi, umumnya mereka kerap mengonsumsi makanan tak sehat seperti French fries atau ayam goreng tepung secara berlebihan.

Ketika Mam sudah mengetahui hasilnya dan ternyata benar Ayah mengalami depresi, Mam tidak boleh menganggapnya sepele. Sebagai orang terdekat, Mam harus selalu membantunya agar ia merasa bahwa dunia tidak semenyedihkan yang Ayah pikirkan.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :