Empat Jenis Batuk yang Harus Mam Waspadai

Mam, menurut situs web Alodokter, batuk adalah sebuah respon alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan saluran napas jika terdapat gangguan dari luar. Batuk jarang mengindikasikan penyakit serius dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun, terdapat beberapa jenis batuk yang harus Mam waspadai. Apa sajakah itu?

  1. The barking cough

Atau batuk yang disertai dengan sesak napas biasanya dialami oleh anak-anak yang kedinginan. Batuk jenis ini disebabkan oleh virus yang menyebabkan radang di laring (kotak suara) dan trakea (tenggorokan). Si Kecil akan mengeluarkan suara seperti siulan bernada tinggi (atau biasa disebut stridor) ketika mereka menghirup udara saat menderita batuk ini. Untuk mengatasinya, ajaklah keluar ruangan untuk menghirup udara segar dan sejuk. Udara seperti ini dapat membantu rileks jalannya napas. Atau, Mam bisa juga kucurkan air panas ke dalam sebuah bathtub sampai terlihat uap, lalu biarkan Si Kecil duduk di area bathtub tersebut selama 15-20 menit. Selain hangat, udara yang lembab pun membantu mereka untuk bernapas. 

  1. Batuk berdahak

Jika batuk Si Kecil tidak bersuara nyaring, hidung meler, sakit tenggorokan, mata berair, dan nafsu makan yang buruk, bisa jadi Si Kecil sedang mengalami batuk berdahak. Batuk ini disebabkan oleh flu yang bisa menyerang anak-anak selama 1-2 minggu (bahkan mungkin saja lebih parah). Menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases, rata-rata anak mengalami 6-10 kali flu dalam setahun. Karena batuk ini disebabkan oleh virus, maka antiobiotik bukan cara yang tepat untuk mengatasinya. Jika Si Kecil masih terlalu kecil untuk membuang ingusnya sendiri, gunakan saline nose drops dan bulb syringe untuk membantu menghilangkan lendir dalam hidung dan mengurangi batuk Si Kecil. Menggunakan pelembab udara dan membasuhnya dengan air hangat juga dapat membantu.

  1. Batuk kering di malam hari

Penyebab batuk kering yang berkepanjangan (dan biasanya semakin buruk saat malam) bisa disebabkan oleh asma, kondisi dimana saluran paru-paru mengalami peradangan, penyempitan, dan menghasilkan lendir berlebih. Untuk memastikannya, sebaiknya Mam segera bawa Si Kecil ke dokter. Jika Si Kecil sudah cukup umur (sekitar umur 5-6 tahun), dokter akan meniup tabung khusus untuk menguji fungsi paru-paru. Namun jika Si Kecil masih terlalu muda, dokter biasanya mengandalkan pemeriksaan dan laporan dari orangtua mengenai pola gejala dan riwayat keluarga yang memiliki alergi atau asma.

  1. Batuk serak

Apabila Si Kecil merasa kedinginan, terdengar suara serak saat batuk,  dan bernapas dengan sangat cepat, bisa jadi semua ini disebabkan oleh bronkiolitis atau infeksi saluran respiratorik bawah yang disebabkan virus. Umumnya disebabkan oleh respiratory syncytial virus atau biasa dikenal sebagai RSVJika saluran ini membengkak dan terisi lendir, anak akan sulit bernapas. Allan Lieberthal, M.D., profesor klinis pediatri di University of Southern California mengatakan bahwa bronkiolitis pada umumnya menjangkit bayi yang baru lahir saat musim dingin.

Mam, ternyata batuk bisa juga menjadi salah satu indikasi penyakit lainnya lho. Supaya tidak bertambah parah, segeralah bawa Si Kecil ke dokter jika memang batuk yang diderita Si Kecil dirasa sudah tidak normal lagi. Jangan lupa untuk terus jaga kesehatan ya, Mam.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :