Virus Campak Pada Bayi Dan Ibu Hamil

Campak merupakan sebuah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi virus campak golongan Paramixovirus. Penyakit yang bernama lain rubella ini dapat menyerang semua orang dari berbagai usia, tidak terkecuali ibu hamil. Ada beberapa dampak yang kemungkinan dialami bayi dan bumil karena virus ini. Berikut informasi lengkapnya!

Tanda dan gejala campak pada bumil

  1. Sebagai gejala awal, campak biasanya muncul 10-12 hari setelah tertular virus. Gejalanya berupa demam disertai mata memerah dan berair, pusing, lelah, nyeri sendi, mata sensitif terhadap cahaya, pilek dan batuk kering, diare, dan sakit tenggorokan.
  2. Demam turun. Ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah di area sekitar mulut dengan bagian putih di tengahnya. Bintil akan hilang dalam beberapa hari dan menyisakan ruam merah pada kulit dan menyebar ke seluruh tubuh.
  3. Suhu tubuh kembali meningkat disertai munculnya ruam merah. Gejala batuk, pilek, diare, sakit tenggorokan, pusing, lelah, hingga nyeri sendi akan bertambah parah. Kondisi ini akan reda dengan sendirinya dalam 3-4 hari setelah penyebaran bercak merah.

Bahaya bagi bumil dan bayi

Sebenarnya, campak tidaklah berbahaya bagi bumil. Namun, bagi bayi virus campak dapat mengganggu kesehatannya. Pada bumil, gejala awal campak yang sangat perlu Mam waspadai. Demam hingga 38-40 derajat celcius dapat berpengaruh besar pada kesehatan janin. Janin dalam kandungan yang masih lemah akan merasakan panas tubuh yang berlebih tersebut. Akibatnya, berisiko tinggi menyebabkan janin mengalami berbagai masalah.

Salah satunya insidensi anomali congenital. Dampak ini sangat bergantung pada waktu terinfeksi. Jika bumil terinfeksi virus sejak awal kehamilan, diperkirakan dampak cacat bawaan yang berat akan terjadi. Frekuensi potensi cacat bawaan yang terjadi jika bumil terinfeksi campak adalah 50% pada kehamilan bulan pertama, 25% bulan kedua, 10% bulan ketiga, 4% bulan keempat.

Terkena virus campak ketika bulan pertama kehamilan bisa menyebabkan terjadinya malformasi jantung, mata, telinga, dan otak. Sementara pemaparan yang terjadi di bulan ke empat dapat mengakibatkan infeksi sistemik, retardasi pertumbuhan intrauterin.

Cara mengobatinya

Hingga kini, belum ada obat spesifik untuk menangani infeksi virus rubella. Selama ini pengobatan yang dilakukan hanya bersifat simptomatis. Oleh karena itu umumnya obat yang digunakan bersifat meringankan gejala yang ditimbulkan. Untuk meringankan gejala dari infeksi campak, ada beberapa hal yang bisa Mam lakukan. Diantaranya:

  1. Perbanyak istirahat. Umumnya bumil akan merasa cepat lelah dan sakit persendian akibat campak, sehingga beristirahat yang cukup dan menghindari pekerjaan berat dapat meringankan gejala yang mungkin dihadapi
  2. Perbanyak minum air putih untuk mengatasi masalah kekurangan cairan yang Mam alami saat mengalami gejala awal infeksi campak
  3. Konsumsi jenis obat penurun panas dengan hati-hati. Sebaiknya tanyakan pada dokter tentang dosis dan jenis obat yang aman digunakan.

Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan campak lebih lanjut ya, Mam. Semoga bermanfaat!

 

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :