Mam, Benarkan Minum Kopi Panas Bisa Picu Kanker?

Kopi. Bagi para penikmatnya, tentu jika minuman berkafein satu ini lebih nikmat diminum selagi hangat bahkan ketika masih panas. Bahkan kini penikmat kopi pun semakin meluas karena munculnya tren minuman kopi yang disajikan dingin.

Ini bukan mitos atau bualan yang dibuat pihak-pihak yang tidak menyukai kopi loh. Namun sudah sudah dibuktika dalam berbagai riset dan juga dari publikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah naungan PBB. Ingin tahu informasinya lebih lanjut? Baiknya Mam simak pembahasannya berikut ini.

Hasil riset dan pendapat para pakar

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia yang berada di bawah naungan PBB memberikan publikasi bahwa kopi yang dinikmati/diminum selagi panas dapat memicu resiko kanker.

Hal ini didasarkan pada riset yang dilakukan oleh IARC (International Agency for Research on Cancer) yang dipublikasikan dalam laporan IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Human volume 116 di tahun 2016. Laporan IARC tersebut berjudul Drinking Coffee, Mate, and Very Hot Beverages, didalamnya menyimpulkan bahwa minuman yang dipanaskan pada suhu lebih dari 65 derajat celcius memiliki kecenderungan peningkatan kanker esophagus.

Kanker esophagus sendiri umumnya terdeteksi saat kondisi penderita sudah terlanjut parah dan sulit untuk diobati, karena kanker ini tidak memberikan gejala yang jelas hingga kondisi penderita parah. dr. Christoper Wild, direktur IARC, menyebutkan bahwa memang dari riset yang dia lakukan membuktikan bahwa minuman (yang diminum) dalam kondisi panas dapat menyebabkan kanker esofagus, seperti yang dilansir dari Dokter Sehat,

Melansir dari Dokter Sehat, Dana Loomis, seorang pakar kesehatan dari University of Nevada Medical School, juga menyatakan bahwa minuman panas yang dikonsumsi teratur dapat memberikan efek yang jauh lebih buruk, melebihi dugaan orang-orang.

Berdasarkan laporan WHO, 400.000 kasus fatal dari total 8 juta kasus kematian akibat penyakit kanker tiap tahun di dunia, memiliki keterkaitan dengan minuman yang terlalu panas. Dilansir dari DW, Gregory Hartl (juru bicara WHO) mengatakan bahwa sebenarnya tingkat kematian tertinggi kanker esophagus dipicu oleh kebiasaan merokok serta konsumsi minuman beralkohol tinggi.

Bukan kopinya, tapi “panas” minumannya

Dari hasil riset dan laporan IARC tentang minuman panas inilah dapat disimpulkan bahwa perihal kopi atau teh atau jenis minumannya, namun kondisi minman tersebut saat diminum yang dapat memicu resiko kanker esophagus, Mam. Dana Loomis juga mendukung gagasan ini.

Dahulu, tahun 1991, pernah tersebar hoax bahwa kopi dapat memicu kanker, namun hal ini dibantah oleh dr. Christoper Wild sendiri. Ia menyatakan bahwa hal tersebut tidak memiliki bukti yang valid.

Kopi, minuman sejuta umat dan cara aman menikmatinya

Hal seperti ini tentu akan disayangkan bagi para penikmat kopi, jika Mam juga salah satunya. Padahal kopi, the, mate (minum fusi dari bahan herbal) merupakan minuman sejuta umat di dunia. Kebisaan meminum minuman fusi baik itu kopi, teh dan mate sudah ada sejak lama di Amerika tengah dan Amerika selatan serta Asia hingga Afrika dan tak ketinggalan Eropa dan Amerika utara.

Tapi tenang saja Mam. Tetap ada cara aman kok untuk menikmati kopi, yakni dengan meminumnya setelah beberapa menit agar suhunya menurun, panas menjadi hangat, seperti yang disarankan oleh dr. Rachel Thompson dari World Cancer Research Fund.

Cegah risiko kanker saat meminum kopi degan cara ditunggu sedikit hangat ya Mam!

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :