Mam, Waspada Inilah Penyakit Berbahaya yang Disebabkan oleh Tikus

 

Rumah yang bersih dan nyaman adalah dambaan bagi tiap keluarga. Karena kebersihan rumah akan berdampak pada kesehatan penghuninya. Jika rumah kotor dan berantakan, bukan tak mungkin menjadi sarang hewan pembawa penyakit seperti kecuak, nyamuk sampai tikus. Dan bila Mam melihat tikus berkeliaran di rumah, maka harus ekstra waspada. Karena tikus dapat membawa penyakit berbahaya. Berikut diantaranya yang perlu Mam ketahui.

Penyakit Kencing Tikus atau PES

Penyakit kencing tikus atau PES pernah termasuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) pada tahun 2007 silam. Yakni dengan 82 kasus dan tingkat kematian sebesar 80%. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yersina pestisia dengan gejala seperti demam, badan lemah dan pembengkakan kelenjar getah bening. Selain disebabkan karena kencing tikus, buruknya kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penyebaran penyakit ini. Dampak berbahaya penyakit PES ialah meningitis yang bisa berujung pada kematian.

Rat Bite Fever (RBF)

Ada dua jenis virus yang termasuk dalam RBF, yakni Streptobacillary RBF dan Spiriallary RBF. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan tikus ataupun makanan yang sudah terkontaminasi kotoran tikus. Goresan akibat gigitan tikus membuat bakteri cepat menyebar ke tubuh manusia. RBF banyak terjadi di wilayah Amerika Serikat dan Asia Tenggara. Dampak paling berbahaya dari penyakit RBF ialah terjadinya pembengkakan kelenjar bening hingga kematian jika tak segera tertangani.

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Pertama kali dikenal pada tahun 1993, HPS membuat gempar publik Amerika Serikat saat itu. Bagaimana tidak Mam, dilansir dari laman Detik Health dua orang dikabarkan lumpuh beberapa hari setelah mengalami sesak napas. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata penyebabnya berasal dari tikus di rumah korban.

Bakteri HPS ditularkan melalui urin, kotoran, atau air liur tikus saat kita tak sengaja menghirupnya. Gejala awalnya memang seperti flu Mam dan bisa mengakibatkan batuk, sakit kepala, diare sampai muntah. Lalu 4-10 hari kemudian mengakibatkan sesak nafas dan penumpukan cairan di paru-paru. Ngeri juga ya Mam?

Leptospirosis

Penyakit ini dikenal pula dengan sebutan Weil. Dibawa oleh tikus kepada manusia melalui urine atau feses tikus. Leptospirosis masuk dalam membran mukosa pada mulut. Bila sudah terinfeksi penyakit ini Mam, seseorang biasanya akan merasa sakit kepala, demam, muntah, keluar ruam hingga nyeri otot. Saat musim penghujan, bakteri ini biasanya terbawa oleh banjir. Selain itu juga ditularkan melalui makanan dan minuman yang disajikan tidak higienis.

Lymhocytic Chorio-Meningitis (LCM)

LCM disebabkan oleh bakteri choriomeningitis limfositik yang merupakan turunan virus arenaviridae. Seringkali bakteri ini dibawa oleh tikus dan hamster yang ada dirumah-rumah. Jika Mam tergigit tikus, air liur dan kencingnya maka besar kemungkinan terkena infeksi ini.

Dampaknya memang tidak bisa langsung dirasakan Mam. Tapi setelah 8-13 hari kemudian muncul gejala-gejala demam, kurang nafsu makan, nyeri otot, sakit kepala, mual dan muntah. Gejala lain yang bakalan muncul adalah nyeri testis, kelenjar ludah, sakit tenggorokan hingga batuk nyeri di dada dan sendi.

Tidak ingin kan Mam terjangkit bakteri dan penyakit mematikan yang disebabkan oleh tikus tersebut? Yuk, mulai saat ini perhatikan selalu kondisi lingkungan di sekitar kita agar senantiasa bersih dan sehat serta bebas dari tikus.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :