Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis membuat seseorang berisiko mengalami diabetes. Diabetes diderita seseorang ketika kadar gula di dalam darahnya melebihi normal. Namun tahukah Mam, tak hanya orang dewasa, bayi pun juga bisa mengalami kelainan gula darah, lho! Gangguan ini dikenal dengan Galaktosemia. Galaktosemia dialami oleh 1 dari 70.000 bayi di dunia. Meskipun begitu, jika tidak segera ditangani penyakit ini bisa mengancam nyawa bayi lho, Mam. Untuk mengantisipasinya, ketahui penyebab, gejalanya, dan cara mengatasinya berikut ini.
Penyebab dan Gejala Galaktosemia
Untuk mengatur metabolisme gula dalam tubuh, terdapat enzim GALT (galactose-1-phosphate-uridyl tranferase) yang berfungsi mengubah karbohidrat, laktosa, dan gula menjadi energi.
Sumber makanan penting untuk bayi adalah susu, di mana susu ini mengandung laktosa. Laktosa akan dipecah oleh GALT menjadi galaktosa dan glukosa, yang kemudian galaktosa juga kan dipecah menjadi glukosa. Bayi yang menderita galaktosemia tidak memiliki GALT dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, galaktosa akan mengendap di dalam darah.
Penyebab bayi menderita galaktosemia disebabkan karena kedua orang tua memiliki gen pembawa galaktosemia.
Jika Si Kecil sering mengalami muntah, berat badan tak kunjung naik, rewel, lemas dan lesu serta sulit menyusu maka sebaiknya Mam segera memeriksakannya ke dokter. Gejala-gejala di atas umum dilamai oleh bayi penderita galaktosemia.
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, Si Kecil berisiko menderita penyakit lain yang lebih serius seperti katarak dini, gagal jantung, kesulitan bicara, dan lemah saraf. Efek tersebut merupakan efek jangka panjang galaktosemia. Kejang-kejang dan infeksi hingga berdarah juga bisa terjadi jika bayi tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Cara Perawatan
Karena tubuh tidak dapat memecah laktosa, maka sebaiknya pilih susu yang tidak mengandung laktosa. Susu formula dan ASI mengandung laktosa. Untuk susu bebas laktosa, Mam bisa memberinya susu kedelai dengan isolasi protein. Karena bayi pengidap galaktosemia tidak bisa mencerna susu maka secara otomatis asupan kalsium yang masuk ke dalam tubuhnya juga berkurang, bukan? Oleh sebab itu untuk menjaga agar tulangnya tetap kuat beri Si Kecil suplemen kalsium tambahan.
Tak hanya susu, Mam juga harus menghindari segala jenis makanan yang mengandung laktosa ya, termasuk buah dan sayuran. Konsultasikan apda dokter mengenai makanan apa saja yang bisa dikonsumsi Si Kecil selain susu bebas laktosa.
Untuk menghindari gejala hal-hal yang lebih serius, sebaiknya Mam memeriksakan Si Kecil secara rutin ke dokter. Dokter akan memberikan tes darah dan urin untuk mengetahui ada tidaknya racun dalam tubuh akibat galaktosemia yang kurang terkendali.
Bayi yang mengelami galaktosemia memerlukan perawatan lebih dari Mam. penyakit ini bisa diderita oleh bayi manapun yang orang tuanya menurunkan gen pembawa galaktosemia. Biasanya, setelah bayi dilahirkan, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah bayi berisiko menderita galaktosemia sehingga langkah penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.







29 Jan 2017
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar