Mengenal Beberapa Teknik Jalan Cepat

Jalan cepat merupakan sebuah teknik berjalan yang muncul pertama kali di kota London sebagai salah satu cabang olahraga. Bermula sebagai pertandingan cabang olahraga, belakangan jalan cepat mulai populer dan memiliki penggemarnya sendiri. Di Indonesia, perlombaan teknik jalan cepat diselenggarakan pada kejuaraan tingkat nasional pada tahun 1978. Nah, buat Mam yang penasaran, yuk kenalan dengan teknik jalan cepat!

Beda teknik jalan cepat dengan lari

Jalan cepat dan lari sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Inti gerakan jalan cepat dan lari sama, yaitu memindahkan tubuh ke arah depan dengan menggunakan langkah kaki, dengan sedikit perbedaan. Dalam teknik jalan cepat, setiap gerakan kaki pasti seallu ada kontak atau berhubungan dengan tanah. Artinya, setiap melangkahkan kaki, selalu ada kaki yang menginjak tanah. Sementara itu, dalam gerakan lari pasti ada saat kaki tidak menempel atau menyentuh tanah.

Teknik jalan cepat

Dalam melakukan jalan cepat, yang perlu dipastikan adalah cara kaki melangkah bergerak maju. Kaki harus tetap berhubungan dengan tanah sebelum kaki satunya meninggalkan tanah. Kaki yang bertumpu harus diluruskan paling tidak dalam keadaan vertical atau tegak. Kontak dengan tanah sangat penting karena apabila hilang kontak, maka sudah menyalahi aturan yang ada. Hal ini akan sangat merugikan bila terjadi dalam perlombaan.

Hal yang perlu diperhatikan

Untuk mendapat hasil yang diinginkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para atlet jalan cepat dalam perlombaan. Diantaranya:

  1. Start

Start diawali dengan berdiri. Umumnya, instruksi start dimulai dengan “bersedia”. Atlet menaruh salah satu kaki di belakang garis start dan menaruh kaki satunya berada di belakang. Posisi tubuh agak condong ke arah depan keadaan tangan rileks. Saat terdengar instruksi mulai, biasanya mengunakan sinyal suara pistol atau aba-aba. Secepatnya langkah kaki yang berada di belakang maju kedepan dan terus berjalan secepat mungkin.

  1. Langkah

Gerakan melangkah mengangkat kaki bagian paha dengan mengayunkan kaki ke arah depan, posisi lutut tertekuk, badan sedikit condong kedepan. Paha perlu diangkat karena secara otomatis tungkai bawah terayun ke arah depan.

  1. Posisi tubuh

Dalam gerakan, posisi tubuh harus sedikit condong ke arah depan dengan berlanjut mengunakan ayunan lengan dengan arah lebih menusuk masuk. Siku ditekuk dengan sudut 90 derajat, gerakan juga harus sesuai dengan gerakan langkah kaki.

Manfaat jalan cepat

Selain sebagai perlombaan, melakukan jalan cepat juga memiliki banyak manfaat, lho. Diantaranya:

  • Mengurangi lemak dalam tubuh
  • Kekuatan dan ketahanan otot akan meningkat
  • Sistem jantung dan pembuluh darah semakin lancar
  • Tulang juga akan semakin kuat.

Sekarang, Mam bisa melakukan jalan cepat sebagai olahraga rutin untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Jika melakukan jalan cepat selama 30 menit dalam satu tahap sekaligus terasa berat, Mam bagi membaginya jadi 3 tahapan misalnya dengan memecah jadwal olahraga sehari dengan durasi masing-masing 10 menit agar terasa lebih ringan. Bagaimana Mam, tertarik mencoba dan dapatkan manfaatnya?

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :