Suka Kopi Dingin? Apakah Memang Lebih Menyehatkan?

Pekerjaan masih banyak tetapi kepala terasa berat dan mata mengantuk. Jika sudah seperti ini, maka jalan pintas yang dilakukan adalah dengan minum kopi. Agar minum kopi terasa lebih menyegarkan, Mam pun menikmatinya dalam keadaan dingin. Nah, menikmati kopi dalam kondisi dingin memang lezat dan bisa memberikan sensasi berbeda. Apakah Mam salah satu penikmat kopi dingin? Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai konsumsi kopi dingin.

Kopi Dingin Memiliki Kandungan Kafein yang Relatif Lebih Rendah

Pada umumnya, kopi dingin diseduh dengan menambahkan krim untuk membuat rasanya lebih lezat. Nah, hal ini menyebabkan kadar kafein dalam kopi tersebut turun sehingga kopi dingin relatif lebih rendah kandungan kafeinnya dibanding kopi hangat. Contohnya pada kopi Starbucks. Dalam 450 gram kopi Starbucks dingin, terkandung 200 mini gram kafein sedangkan pada kopi hangat untuk takaran yang sama mengandung jumlah kafein lebih banyak, yakni 260 hingga 375 mini gram.

Namun ingat Mam, hal ini tentunya juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti biji kopi yang digunakan, berapa jumlah kopi, dan seberapa lama Mam mendiamkannya. Pada umumnya, biji kopi yang dipanggang hingga berwarna cokelat keemasan memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibanding biji kopi yang dipanggang hingga warna hitam pekat.

Tingkat Keasamannya Juga Lebih Rendah

Apakah Mam salah satu yang memiliki asam lambung tinggi dan pernah disarankan untuk lebih memilih kopi dingin dibanding hangat? Mungkin hal ini ada benarnya. Suhu yang panas mampu mengekstraksi rasa asam pada kopi sehingga hal ini yang membuatnya terasa lebih pahit dan asam tinggi.

Sebaliknya, jika kopi diseduh dalam suhu dingin, maka jumlah sama yang terekstraksi tidak seberapa banyak sehingga tingkat keasamannya lebih rendah. Jadi, jika Mam ingin minum kopi tapi takut akan sakit perut, maka sebaiknya pilih kopi dingin untuk meminimalisir risiko tersebut.

Bagaimana dengan kandungan Nutrisinya?

Adalah rahasia umum bahwa kopi mampu meningkatkan kinerja otak sehingga membuat kita terhindar dari rasa kantuk sementara. Namun perlu Mam ketahui, selain manfaat tersebut, ada lagi kegunaan kopi yang lain. Kopi mengandung antioksidan sehingga mampu mengurangi tingkat inflamasi pada tubuh. Kopi juga mampu meningkatkan kinerja hormon insulin.

Hingga saat ini, masih belum banyak penelitian mengenai perbandingan nutrisi yang terkandung dalam kopi hangat dan dingin. Namun ada kemungkinan bahwa kopi yang dingin mengandung nutrisi yang lebih sedikit dibanding kopi hangat, khususnya antioksidan. Hal ini bisa jadi disebabkan karena suhu dingin membuat ekstraksi asam dan minyak pada kopi kurang maksimal.

Hal yang Harus Diperhatikan

Baik untuk Mam yang suka menikmati kopi dalam kondisi dingin ataupun panas, hal penting yang harus Mam perhatikan adalah memastikan bahwa biji kopi yang Mam gunakan berasal dari tanaman organik, bukan yang mengandung pestisida. Hal ini agar Mam bisa mendapatkan manfaatkan manfaat maksimal dari minum kopi.

Masing-masing kopi hangat dan dingin memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, mana yang akan Mam pilih?

Baca juga :

Perkuat Bonding Dengan MPASI

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :