Tips Meredakan Batuk pada Anak

Bayi maupun balita tak jarang menderita penyakit seperti batuk, flu maupun demam walau sudah sebaik apa pun orang tua menjaganya agar tidak mudah terserang penyakit. Untuk mengatasi dan meredakan pada anak bayi maupun balita tidak semudah orang dewasa meredakan batuknya, yakni dengan membeli obat batuk di apotek terdekat. Benar kan, Mam?

Pemberian obat batuk (kimia) sangat tidak direkomendasikan hingga anak berusia setidaknya 6 tahun, karena dapat menimbulkan efek samping bisa membahayakan anak bayi atau balita tersebut. Oleh karena itu Mam, dibutuhkan cara yang lebih aman dan efektif untuk meredakan batuk pada anak bayi maupun balita. Simak pembahasan berikut.

Ketahui jenis batuk yang sering menyerang bayi dan balita

Agar tahu penanganan apa yang tepat untuk meredakan batuk si buah hati, sebaiknya Mam ketahui dulu jenis-jenis batuk yang sering menyerang bayi.

  • Batuk rejan adalah batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri di paru-paru dan saluran pernapasan. Umumnya batuk rejan akan membuat anak terengah-engah, disertai flu dan demam ringan. Mam bisa berikan vaksin pada anak setelah beberapa minggu batuk belum juga reda dan menjadi batuk kering.
  • Batuk croup merupakan batuk yang menyebabkan anak kesulitan bernafas, karena laring dan jalur pernafasan ke trakea paru-paru membengkak. Batuknya terdengar seperti ‘gonggongan’. Virus penyebab batuk ini biasa menyerang anak berusia enam bulan hingga tiga tahun. Gejalanya berupa demam serta adanya ingus dalam hidung.
  • Bronchiolitis merupakan batuk infeksi yang disebabkan oleh cuaca dingin sehingga saluran pernafasan ke paru-paru anak terinfeksi dan berlendir lalu anak kesulitan bernafas. Jika dibiarkan akan menyebabkan pilek, infeksi telinga, batuk croup dan pneumonia (paru-paru basah). Gejalanya adalah adanya ingus dalam hidung, batuk kering serta kehilangan selera makan.

Daun kemangi dan madu

Mam bisa merebus daun kemangi yang kemudian dicampur dengan dan diberikan pada anak. Ini akan melegakan tenggorokan si kecil kemudian perlahan batuk pun reda. Hal ini dikarenakan madu mengandung antioksidan dan antibakteri yang baik untuk kesehatan tubuh serta vitamin C.

Jika anak sudah berusia setidaknya satu tahun, Mam bisa memberikannya setengah sendok teh madu sebelum tidur. Jangan lupa untuk menyikat gigi si kecil sebelum tidur. Ini tidak disarankan untuk bayi di bawah satu tahun.

Jahe hangat dengan tetesan lemon

Campuran jahe hangat dengan tetesan lemon juga baik untuk melegakan tenggorokan si kecil yang menderita batuk. Lemon juga mengandung vitamin C yang dibutuhkan anak. Kabar baik lainnya adalah, tips ini juga bermanfaat untuk orang dewasa loh, Mam.

Memandikan anak dengan air hangat dan essential oil

Jika anak menderita batuk terus di malam hari, memandikannya dengan air hangat yang dicampur dengan essential oil, tetesan eucalyptus atau mentol akan membantu menghangatkan tubuh si kecil. Selain itu uap air hangat yang berasal dari campuran dengan essential oil, eucalyptus atau daun mentol akan melegakan hidung anak yang tersumbat.

Menggosok bagian tubuh anak dengan minyak hangat

Tips ini sebenarnya adalah alternatif dari memandikan anak dengan air hangat dan essential oil, karena sama-sama bertujuan untuk menghangatkan tubuh si kecil. Pastikan Mam menggosok bagian tubuh seperti dada, punggung, sekitar leher dan juga telapak kaki-tangan anak.

Makanan dan minuman hangat yang meringankan batuk

Makanan dan minuman hangat secara umum dapat membantu meringankan batuk yang diderita si kecil, seperi sup hangat baik yang kental maupun biasa, jus buah yang tidak diberi gula dan tidak didinginkan, yoghurt, kaldu ayam, saus apel dan juga pudding yang baru saja jadi.

Memposisikan kepala anak agak lebih tinggi

Batuk seringkali membuat anak sulit tidur, jadi posisikan kepala anak agak lebih tinggi dari biasanya dibandingkan dengan anggota tubuh lain saat tidur.

Dan jika batuk dirasai semakin parah atau tak kunjung sembuh, sudah sebaiknya Mam merujuk ke dokter untuk mengatasi hal ini.

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :