4 Hal Ini Bisa Terjadi Jika Mam Tidak Melakukan Me Time

Sebagai seorang ibu, wajar apabila Mam merasa bertanggung jawab terhadap segala hal yang terjadi kepada anak dan rumah tangga. Biasanya, Mam pun akan berusaha untuk melakukan banyak hal sekaligus demi kebahagiaan keluarga. Namun, jangan lupa tetap menyisihkan waktu untuk melakukan me time secara rutin ya, Mam. Jika tidak dilakukan, dampaknya justru kurang baik terhadap diri dan keluarga. Bisa-bisa berbagai hal ini terjadi kepada Mam.

Merasa “kehilangan” diri sendiri

Pada awalnya, Mam mungkin merasa bahwa tidak melakukan me time merupakan hal yang wajar. Namun, lama kelamaan tubuh Mam pasti akan “protes”. Tidak hanya fisik, tapi juga psikis. Ingat, me time merupakan kesempatan bagi Mam untuk melakukan hobi atau hal-hal yang Mam sukai. Ini penting dilakukan demi kesenangan dan kesehatan jiwa Mam. Jika tidak, bukan tidak mungkin lama kelamaan Mam akan merasa “kehilangan” diri sendiri karena tak lagi punya waktu pribadi.

Stres terpendam, bisa meledak sewaktu-waktu

Salah satu tujuan melakukan me time adalah untuk meredakan stres. Mam mungkin merasa baik-baik saja, tapi sebetulnya segala kesibukan dan kepenatan yang dirasakan pasti memberi dampak tertentu terhadap diri Mam. Jika dibiarkan, hal tersebut pasti akan menumpuk dan terpendam. Akibatnya, bisa-bisa perasaan stres tersebut meledak sewaktu-waktu.

Oleh sebab itu, Mam wajib meluangkan waktu untuk me time. Selama me time, Mam bisa melepaskan kepenatan dan stres dengan melakukan berbagai hal yang Mam senangi. Misalnya seperti menulis blog, creambath di salon, jalan-jalan di mall, atau sekadar menonton film di rumah sambil makan camilan tanpa gangguan Si Kecil. Dijamin Mam akan merasa lebih “ringan” setelah me time.

Bisa-bisa melampiaskan stres ke anak

Karena rasa penat dan stres menumpuk bisa meledak sewaktu-waktu, bukan tidak mungkin Mam akan melampiaskannya kepada Si Kecil. Saat ini terjadi, bisa-bisa Mam memarahi Si Kecil atas hal-hal sepele yang sebetulnya tidak begitu penting untuk diperdebatkan. Ingat, Mam, amarah seperti ini bisa membuat Mam mengatakan hal-hal yang kurang mengenakkan dan bisa disesali nantinya. Dampaknya terhadap Si Kecil juga pasti kurang baik, Mam.

Keharmonisan rumah tangga terancam

Tak hanya anak-anak, pasangan juga dapat menjadi pelampiasan rasa penat dan stres. Tanpa disadari, Mam akan sering mengomel atau menggerutu kepada suami. Jika hal ini ters dibiarkan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan perselisihan atau pertengkaran di antara Mam dan Ayah. Hal-hal yang sebetulnya sepele pun menjadi pemicu pertengkaran tersebut.

Perselisihan di dalam rumah tangga memang wajar, tetapi bukankah lebih baik hal tersebut diminimalisir agar rumah tangga harmonis, Mam? Nah, Mam bisa melakukannya dengan rutin melakukan me time. Tubuh dan pikiran yang rileks pasti dapat membantu Mam untuk menjalani peran sebagai seorang ibu dan istri secara lebih maksimal.

 

Mam, jangan sampai keempat hal tersebut terjadi dalam rumah rangga, ya. Oleh sebab itu, jadwalkan me time rutin setiap minggunya. Tentunya Mam perlu mendiskusikan dulu dengan suami, kapan Mam bisa memiliki waktu untuk diri sendiri.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :