7 Film tentang Bayi yang Wajib Ditonton Saat Hamil Bersama Ayah

 

Menonton film memang bukan hanya sekadar hiburan semata, namun juga menjadi kegiatan refleksi dan edukasi. Mencari film yang pas untuk ditonton bersama Ayah di masa kehamilan? Ini dia 8 film tentang bayi untuk ditonton bersama Ayah, berikut ulasannya.

The Boss Baby

Film yang dirilis pada 2017 ini tidak hanya menunjukkan bagaimana bayi sebagai anggota keluarga baru serasa menjadi raja di rumah, karena setiap ia menangis di tengah malam maupun siang hari harus ditenangkan dan juga tiap keinginan sang bayi yang harus dipenuhi, namun juga perlahan membuyarkan perhatian dan kasih sayang orang tua kepada saudara kandungnya, Tim.

Orang tua Tim memang harus membagi kasih sayang dan perhatian ke kedua anak mereka, dan Tim mulai mencari perhatian orang tuanya yang mulai bergeser ke adiknya -yang ternyata seorang agen rahasia. The Boss Baby diadaptasi dari sebuah buku berjudul sama, karangan Marla Frazee.  Dengan skor IMDB 6,3 film ini juga cocok bagi pasangan yang sudah memiliki anak dan sedang menunggu kehadiran anak baru mereka.

Storks

Ber-genre fantasi, seekor burung stork bernama Junior bertugas untuk mengantarkan bayi ke calon orang tuanya, namun beralih menjadi pengantar paket biasa. Suatu ketika mereka diminta oleh pabrik bayi untuk mengantarkan seorang bayi perempuan yang manis. Dengan terpaksa Junior bersama Tulip, seorang gadis, berusaha untuk mengantarkan bayi manis itu ke orang tuanya. Film animasi yang dirilis pada 2016 ini mendapat skor 6,8 dari IMDB juga mengisahkan bagaimana orang tua kurang memperhatikan anak mereka.

What to Expect When You’re Expecting

Dibintangi oleh Anna Kendrick, Jennifer Lopez dan Cameron Diaz, What to Expect When You’re Expecting menceritakan tentang lima pasangan yang sama-sama baru memiliki anak dengan segala manis, pahit, asam, garamnya. Mulai dari banyaknya nasihat dan teori bagaimana pengasuhan anak yang malah membuat pasangan kebingungan, pasangan yang amat mendambakan anak, pasangan muda yang harus merawat anak mereka, mengadopsi anak hingga bagaimana para ayah nongkrong bersama sambal berbagai pengalaman mereka mengasuh anak dikisahkan dalam drama komedi keluaran tahun 2012 ini.

Babies

Rilis pada tahun 2010 dengan skor IMDB 7,1, film garapan salah satu sutradara asal Perancis ini beruka documenter tahun-tahun awal bayi dari berbeda tempat dan kultur menjalani hari-hari mungil mereka. Ada empat bayi yang dikisahkan dalam dokumenter ini, ada Bayarjargal dalam keluarganya di Mongolia, Ponijao sebagai anak ke-sembilan dalam keluarganya yang hidup di sebuah desa di Namibia, Hattie anak pertama dari sepasang penduduk San Fransisco dan Mari gadis pertama dari pasangan yang tinggal di Tokyo.

Sebagian besar film hanya berupa rekaman sang bayi saja yang terekam dengan berbagai aktvitasnya, tangisan, tawa, genggaman tangan, beserta latar belakang budaya mereka dan sedikit dialog dalam film ini malah membuat penonton semakin terfokus pada kehidupan awal bayi-bayi ini.

Bukaan 8

Mengisahkan tentang sepasang orang tua muda dengan kehidupan yang semakin rumit menjelang kelahiran anak pertama, Alam (diperankan oleh Chicco Jerikho) dan Mia (Anggia Kharisma) harus menghadapi berbagai pilihan bagaimana proses kelahiran yang diinginkan, mana kamar rawat yang ‘pas’ di sebuah rumah sakit, argumen dengan orang tua mereka hingga bagaimana caranya untuk menutupi biaya persalinan dan segala macamnya. Rilis di awal 2017 dengan skor IMDB 7,2, film ini cukup mewakili realita bagaimana kondisi dan tekanan hidup pasangan yang menantikan kelahiran anak pertama.

Critical Eleven

Rilis pada tahun 2017 pula, Critical Eleven menceritakan tentang Ale dan Anya, sepasang kekasih, yang berawal dari pertemuan di pesawat, komitmen hidup bersama, hingga ketika mereka dihadapi dengan kenyataan pahit bahwa anak pertama mereka meninggal dalam kandungan. Hubungan yang berada di ambang hubungan ini dipertanyakan komitmen awalnya.

Mengusung judul yang tak asing dalam dunia penerbangan, “critical eleven” yang berarti tiga menit pertama saat lepas landas ditambah dengan delapan menit sebelum landing, sang penulis novel, Ika Natassa, menganalogikannya 11 menit pertama perkenalan antara dua orang apakah akan membuat kesan baik atau tidak. Dibintangi oleh Adinia Wirasti dan Reza Rahardian, film ini berhasil meraih penghargaan di Bandung Film Festival, penghargaan di Maya Award dan skor 7,3 di IMDB.

Testpack

Ini film keluaran tahun 2012 yang menggambarkan perjuangan pasangan yang hingga tujuh tahun belum dikaruniai anak, yang bisa jadi merefleksikan kehidupan pasangan yang masih berjuang untuk memiliki anak. Rahmat (diperankan oleh Reza Rahardian) berusaha untuk tidak menyakiti perasaan istirinya, Tata (diperankan oleh Acha Septriasa), dengan cara merahasiakan bahwa ia ternyata mandul setelah mereka berdua perika ke dokter kandungan. Dengan skor IMDB 7,2, film ini juga menyabet penghargaan di Citra Award dan Bandung Film Festival.

Akhir kata, selamat menonton Mam dan Ayah! Jangan lupa ambil pesan moral dan edukasi film-film ini ya.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :