Cara Praktis Membuat Tanaman Hidroponik di Rumah

Mam, apakah Anda pernah bermimpi untuk memiliki kebun sendiri supaya bisa menikmati hasil kebun dengan kualitas terbaik? Saat ini, memiliki kebun sendiri sekalipun lahan yang dimiliki terbatas bisa menjadi kenyataan dengan menggunakan teknik hidroponik.

 

Istilah hidroponik terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu hydro (yang berarti air) dan ponos (yang berarti kerja). Hidroponik adalah teknik menanam yang tidak membutuhkan banyak tanah sebagai lahan untuk bertumbuh, melainkan memanfaatkan air dan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Oleh sebab itu, tanaman hidroponik sangat cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air terbatas. Teknik hidroponik sudah digunakan sejak tahun 1950 dan terkenal di beberapa negara, salah satunya Australia.

 

Selain air dan bibit tanaman, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan guna menumbuhkan tanaman hidroponik yang unggul. Berikut diantaranya:

  1. Baki

Baki akan dijadikan wadah dimana akar tanaman akan bertumbuh. Karena menjadi ruang tumbuh untuk akar, area ini menjadi pendukung supaya tanaman bisa mendapatkan nutrisi secara maksimal. Baki juga melindungi akar dari cahaya atau panas berlebihan dan hama-hama. Oleh sebab itu, penting menjaga kelembaban dan cahaya yang masuk ke dalam baki karena sorotan cahaya dalam jangka waktu lama dan temperatur yang terlampau tinggi akan merusak akar dan mempengaruhi kualitas buah, bunga, atau sayuran yang dihasilkan. Ukuran baki juga tergantung pada jenis tanaman apa yang ingin Anda tanam. Yang terpenting jangan gunakan baki dengan bahan logam karena akan menimbulkan korosi dan mempengaruhi nutirisi di dalamnya.

  1. Penampung air

Penampung air dalam tanaman hidroponik berguna untuk menampung air yang berisi nutrisi untuk kesehatan tanaman. Anda dapat membuat penampung air ini menggunakan berbagai macam jenis plastik. Hanya saja pastikan bahwa plastik tersebut tidak tembus cahaya. Jika masih tembus cahaya, Anda bisa cat, tutupi, atau bungkus dengan bahan yang tidak tembus cahaya untuk menghindari tumbuhnya ganggang dan mikroorganisme lainnya.

  1. Pompa air

Pompa ini berguna untuk memompa air (yang berisi nutrisi untuk tanaman) dari penampung air menuju baki tempat akar bertumbuh. Pompa air untuk tanaman hidroponik dapat ditemukan dengan mudah di toko perlengkapan rumah atau tanaman.

  1. Sistem pengairan

Anda bisa menggunakan tabung atau konektor untuk mengaliri air dalam penampung air menuju area akar.

 

Jika alat-alat tersebut sudah disiapkan, Anda bisa langsung mulai menanam tanaman hidroponik. Ada beberapa jenis yang bisa terapkan, misalnya tanaman hidroponik vertikal atau sistem deep water.

 

Tanaman hidroponik vertikal membutuhkan pencahayaan yang baik dan sangat tepat untuk Anda yang memiliki area berkebun yang kecil. Dengan pupuk organik yang berkualitas, semua jenis tanaman herbal dan sayuran dapat ditanam.

Copyright┬ętheselfsufficientliving.com

Sedangkan tanaman hidroponik dengan sistem deep water (atau juga biasa disebut bubble hydroponic) menggunakan ember plastik. Pompa udara juga dibutuhkan dalam sistem ini karena bertugas untuk mengirimkan oksigen sehingga tanaman dapat bertumbuh dan berkembang secara maksimal. Akuarium dapat menjadi tempat penampung air yang ideal.

Copyright┬ętheselfsufficientliving.com

Bagaimana, Mam? Sudah bukan impian lagi bukan untuk memasak sayuran yang dihasilkan dari kebun sendiri? Yuk bertanam hidroponik!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :