Hindari Mengatakan Ini pada Atasan di Kantor

Sebagai seorang wanita pekerja, kita wajib melakukan yang terbaik di perusahaan. Membangun etos kerja yang optimal serta mampu bekerja sama dengan rekan-rekan lain tentu merupakan salah satu hal yang wajib Mam lakukan. Tak kalah pentingnya adalah berhubungan baik dengan atasan kita.

Memang banyak atasan yang mengganggap hubungan antara bos dan anak buah seperti teman. Hal ini semata-mata agar suasana bekerja tetap menyenangkan dan tanpa batasan. Namun tetap saja, bukan berarti Mam boleh bertingkah laku seenaknya, apalagi tidak menghormati atasan. Salah satunya adalah dengan menjaga cara bicara.

Ada beberapa kalimat yang sebenarnya tabu atau bahkan tidak boleh dikatakan seorang bawahan kepada atasan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

“Saya tidak bisa”

Ada kalanya Mam diberikan tugas yang mungkin tidak sanggup untuk Mam lakukan. Hal ini tentu membuat Mam jadi menyerah dengan tugas tersebut. Meski begitu, bukan berarti Mam lantas menolak pekerjaan ini dan mengatakan bahwa Mam tidak bisa mengerjakannya. Cobalah untuk mengerjakannya terlebih dahulu. Bila memang tidak bisa, barulah katakan bahwa Mam telah mencoba menyelesaikannya, namun memang karena keterbatasan Mam, pekerjaan tersebut tidak terselesaikan. Hal ini akan menunjukkan bahwa Mam telah berusaha untuk bersikap profesional. Lagipula, atasan Mam pasti mengerti apa yang bisa dan tidak bisa Mam lakukan. Anggap ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan diri.

“Ini bukan tugas saya”

Tiba-tiba ada limpahan tugas yang diberikan kepada Mam dan tugas itu sebenarnya bukan tanggung jawab Mam. Jangan lantas mengatakan bahwa tugas tersebut bukan tanggung jawab Mam. Cobalah untuk melakukannya dan menyelesaikannya dengan baik. Bukan tidak mungkin tugas tersebut adalah cara atasan untuk menguji kemampuan Mam apakah Mam berhak untuk naik jabatan.

“Saya tidak tahu”

Ini adalah jawaban yang paling tidak profesional. Sebaiknya hindari mengatakan hal tersebut kepada atasan. Bila memang kurang mengerti, tanyakanlah kepada rekan kerja yang sekiranya dapat menjawab pertanyaan Mam. Ingat, tujuan Mam bekerja yang sesungguhnya adalah belajar dan mencari pengalaman yang baru. Tak ada kemajuan dalam bekerja, sama saja Mam tidak melakukan apa-apa.

“Maaf, tapi..”

Jawaban ini mungkin akan Mam katakan ketika atasan menilai bahwa Mam telah melakukan kesalahan. Bila memang hal tersebut murni kesalahan Mam, jangan lantas menyalahkan orang lain untuk itu. Akan lebih baik untuk mengakui kesalahan Mam dengan berani dan bertanggung jawab. Hal ini akan membuat posisi Mam di kantor semakin dihargai.

“Saya ingin resign besok”

Menyatakan resign adalah hal yang tidak boleh dilakukan secara mendadak. Perusahaan akan kelabakan mencari pengganti posisi Mam. Memang Mam memiliki hak untuk mengajukan resign kepada atasan, namun tetap saja harus ada alasan yang tepat mengapa Mam harus resign dari pekerjaan Mam saat ini. Sangat konyol apabila Mam mengatakan ingin resign hanya karena beda pendapat dengan rekan kerja atau atasan sekalipun. Tak perlu buru-buru menyatakan resign. Pikirkan kembali dan jadikan ini tolak ukur apakah benar keputusan Mam untuk resign.

“Saya tidak tahan bekerja dengan si A”

Mengeluh tentang sifat rekan kerja hanya membuktikan bahwa Mam lebih lemah dibandingkan dengan rekan kerja Anda. Jangan membuat masalah ini menjadi masalah bos Mam. Tentu manajemen akan tertarik dengan masalah yang mengancam fungsi perusahaan. Bila Mam memang ingin mengeluh tentang mengenai rekan kerja Mam, pastikan bahwa alasan yang Mam berikan memang profesional, bukan masalah yang personal.

“Biasanya seperti ini”

Atasan baru Mam sepertinya suka mencoba hal-hal baru. Salah satu cara agar Mam lebih dihargai di tempat kerja adalah dengan tidak menggurui atasan baru Mam dengan kalimat “biasanya seperti ini”. Jadilah sosok yang terbuka dengan hal-hal baru dan ide-ide segar. Bila memang Mam merasa idenya tidak efektif, ungkapkan alasan konkritnya. Jangan bunuh idenya dengan kata-kata negatif.

 

Itulah beberapa kalimat yang tidak boleh sama sekali Mam katakan di depan atasan. Jangan biarkan kesalahan-kesalahan tersebut semkakin menjerumuskan Mam dalam jurang kehancuran hanya karena sesuatu yang Mam lakukan sendiri.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :