Tidak ada kesempatan kedua untuk membuat first impression (lihat saja namanya). Karenanya, Anda tentu ingin memberikan kesan pertama dengan benar. Tapi, akuilah, first impression terkadang tricky dan tidak selalu berhasil dilakukan. Berikut ini 5 first impression gagal yang biasanya dilakukan–dan sayangnya sering tidak Anda sadari.
Terlalu sibuk untuk bicara
Ya, mungkin Anda adalah wanita karier yang super sibuk, sampai-sampai ketika Anda dihubungi oleh klien, Anda terdengar terburu-buru mengakhiri pembicaraan secara sepihak ataupun membalas email dengan hanya satu kalimat yang tidak menggambarkan apapun. Walaupun tidak semua klien memberikan keuntungan besar bagi bisnis Anda, namun klien tetaplah klien yang ingin dianggap sebagai raja. Ketika Anda sudah seolah-olah memberi impresi bahwa Anda tidak tertarik dengannya melalui email dan telepon ‘seadanya’, tentu ia akan mempertimbangkan kembali untuk bekerjasama dengan Anda di masa depan.
Sakit di hari pertemuan
Tidak ada seorang pun yang ingin sakit, apalagi di hari pertemuan yang membahas agenda yang cukup penting. Menjaga kesehatan tentu harus menjadi prioritas, namun terkadang memang penyakit tidak pernah minta izin untuk berkunjung ke tubuh kita. Ketika kita sudah terbaring sakit, seringkali kita lupa untuk mengabarkan kepada klien bahwa kita tidak mampu memenuhi undangan mereka, entah karena keasyikan tertidur atau alasan lainnya. Tentu ini bukan impresi yang baik, bukan? Selalu berilah kabar bahwa Anda hendak membatalkan pertemuan akibat kejadian yang tidak diharapkan untuk meminimalisasi kekecewaan.
Jabat tangan yang lemah
Tahukah Anda bahwa sebuah jabat tangan lebih penting daripada pakaian atau penampilan fisik untuk membuat first impression? Setidaknya demikian hasil studi dari University of Iowa. Jabat tangan yang baik adalah jabat tangan yang tegas dan tidak lemah. Jabat tangan yang tegas memberikan kesan pertama bahwa Anda adalah orang yang memiliki karakter yang kuat, dan begitu pula sebaliknya. Demikian pentingnya masalah jabat tangan ini, sangat disarankan untuk berlatih dengan teman agar dapat memiliki cara jabat tangan yang baik.
Kehabisan topik pembicaraan
Kehabisan topik pembicaraan bisa membuat suasana menjadi tidak nyaman. Hal ini juga bisa mampu membuat kesan yang kurang menyenangkan bagi orang yang pertama kali Anda temui. Bersikaplah kreatif dan bukalah topik pembicaraan, apapun, yang ringan dan tidak terlalu serius. Pertanyaan seperti kesibukan utama saat ini, hingga menanyakan pendapat tentang arus lalu lintas bisa cukup mencairkan suasana dan menyelamatkan hidup Anda dari first impression yang gagal.
Kebingungan saat harus men-charge klien
Ketika Anda diharuskan untuk menentukan harga yang harus dibayar oleh klien atas jasa yang Anda berikan, itu sudah membuat citra yang kurang baik di mata klien. Siasatilah dengan membuat price range yang jelas untuk membuat hal ini jadi lebih mudah dan bisa dihindari. Jika masih tidak yakin, jangan tunjuklan ketidakyakinan Anda dengan wajah yang bingung, tapi katakanlah dengan diplomatis bahwa harga akan dirundingkan terlebih dahulu dengan tim Anda. Tentu ini akan membuat kesan yang lebih baik dibandingkan memberi klien ruang untuk kebingungan terhadap cara kerja Anda.






