Apa yang Harus Mam Ketahui Tentang Membayar Pajak

Pajak bisa didefinisikan sebagai iuran rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang yang diatur oleh masing-masing negara. Sehingga, bisa dikatakan pajak adalah iuran paksa yang mana para pembayarnya tidak bisa mendapatkan balas jasa secara langsung, melainkan balasan yag diterima adalah balasan tak langsung. Tetapi sebenarnya, apa sih pajak itu dan ada berapa macamnya? Apa guna konkritnya untuk para pembayar pajak? Cari tahu jawabannya di sini, Mam!

Ada dua tipe utama pajak

Bila dilihat dari segi Lembaga Pemungut Pajak, tipe utama pajak bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni Pajak Negara dan Pajak Daerah.

Pajak Negara disebut juga sebagai pajak pusat karena dipungut oleh pemerintah pusat. Pajak jenis ini pun memiliki sub-jenisnya lagi, yakni pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah, bea materai, bea masuk, dan cukai.

Sedangkan untuk panjak daerah dibagi lagi menjadi dua sub-jenis yakni pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota. Pajak provinsi terdiri dari pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan, dan pajak rokok.

Untuk pajak kabupaten/kota, terdiri dari pajaka hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanaha, pajak sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan, dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Pajak yang dibayarkan digunakan kembali untuk keperluan rakyat

Lalu, masuk ke mana uang yang Mam bayarkan untuk berbagai macam jenis pajak tersebut? Jawabannya adalah untuk keperluan rakyat dan Mam sendiri. Pajak yang telah Mam bayarkan dialokasikan untuk memperbaiki atau menambah fasilitas publik.

Pajak ini juga berguna untuk pengembangan infrastruktur negara yang tentunya berguna untuk Mam dan keluarga. Tanpa adanya pajak, Mam tidak akan bisa menikmati jalanan aspal tanpa hambatan atau menikmati taman kota yang indah dan bisa menjadi tempat bersantai bersama keluarga.

Karena itu, bila Mam tidak rajin membayar pajak tepat pada waktunya, hal ini tentu akan berakibat pada menunggaknya kegiatan-kegiatan yang direncanakan semual oleh pemerintahan demi memfasilitasi Mam dan keluarga.

Jangan takut untuk bertanya!

Bila Mam masih merasa ragu dengan larinya uang pajak yang Mam bayarkan, Mam tidak perlu ragu untuk bertanya ke kantor pajak terdekat. Mam juga tidak usa takut untuk dianggap tidak tahu apa-apa ketika memang belum tahu tentang seluk beluk pajak.

Bila belum pernah melakukan pembayaran pajak, Mam juga bisa meminta guide dari para pegawai di kantor pajak. Intinya, jangan sampai Mam melalaikan tugas Mam untuk membayar pajak hanya karena malas, tidak tahu, atau skeptis terhadap pemerintahan karena bisa berdampak negatif!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :