Seketat apa pun Mam mengatur keuangan dalam rumah tangga, suatu waktu bisa saja Mam mengalami defisit. Entah karena harga yang tiba-tiba melonjak naik, terjadi kecelakaan, Mam hamil lagi, si Kecil harus pindah sekolah, dan berbagai macam kemungkinan lainnya. Nah, bila keadaan seperti ini melanda keluarga, maka Mam harus siap putar otak untuk mengatasinya. Inilah tips untuk Mam bisa lebih tenang dalam mengakali pengeluaran rumah tangga Mam.
Apa yang Harus Ditekan?
Pertama-tama, Mam harus menentukan terlebih dahulu soal dana mana yang bisa Mam tekan. Jangan mengorbankan diri sendiri bila memang ada dana lain yang bisa dikurangi ya, Mam. Umumnya, dana yang paling baik untuk ditekan adalah dana makanan. Bukan berarti tidak makan, namun Mam harus memutar soal menu makanan apa yang tetap sehat dan bergizi, namun tidak terlalu mahal. Perbanyak sayur-sayuran, pilih ayam untuk konsumsi daging. Jangan berbalik mengandalkan makanan instan!
Cemilan bisa dikurangi dengan membuat cemilan sendiri di rumah yang harganya murah dan lebih sehat. Bila si Kecil suka yang manis-manis, berilah buah-buahan untuk cemilannya. Bukan lagi kue-kue atau jajanan lain. Makanan biasanya adalah pengeluaran yang paling sulit dikontrol. Akan tetapi, dalam keadaan defisit, inilah yang paling bisa ditekan.
Jangan Sampai Terulang
Soal dana yang sebaiknya ditekan memang berbeda-beda pada setiap kondisi keluarga. Oleh sebab itu, pilihlah jalan yang terbaik dan jaga agar sampai defisit ini tidak terulang. Perbesar jumlah dana darurat dalam daftar pengeluaran Mam. Jangan terbiasa membeli perabotan yang harganya murah, namun cepat rusak karena hal itu bisa membuat bengkak pengeluaran.
Artikel ini adalah saran yang bisa Mam coba untuk lakukan. Semoga membantu ya, Mam!







