Pola hidup masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif membuat mereka mencari cara untuk memenuhi kebutuhan dengan praktis dan mudah. Hal ini bisa menjadi lahan bagi Mam untuk membuka usaha baru. Dengan menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, Mam bisa mencoba untuk menjadi seorang entrepreneur, lho. Melakukan usaha sampingan sambil bekerja di kantor sepertinya bukanlah ide yang buruk. Memang hal ini akan sangat menantang untuk dilakukan, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Berikut hal-hal yang perlu Mam perhatikan agar sukses berbisnis sambil bekerja.
Manajemen Waktu
Manajemen waktu akan berhasil jika Mam bisa bersikap disiplin terhadap diri sendiri. Selain bekerja di kantor, Mam juga harus tetap memainkan peran Mam sebagai ibu rumah tangga, bukan? Oleh sebab itu, keuletan dalam membagi waktu sangat penting. Jangan sampai kegiatan bisnis yang Mam lakukan melalaikan tanggung jawab Mam, baik sebagai pekerja kantoran maupun sebagai ibu rumah tangga. Meskipun berbisnis, Mam harus tetap dapat menyelesaikan pekerjaan di kantor sesuai deadline, ya.
Perluas Jaringan
Teman-teman kantor, teman masa kuliah, tetangga, dan sanak saudara bisa Mam jadikan sebagai sarana untuk memperluas jaringan. Agar proses perluasan jaringan ini semakin lancar, Mam harus mengedepankan profesionalitas. Jika Mam menjual barang, maka selalu perhatikan kualitas yang diberikan pada konsumen. Sedangkan jika Mam menawarkan jasa, maka pastikan Mam memberi pelayanan terbaik agar pelanggan kembali memakai jasa Mam. Profesionalitas Mam akan menyebar dari mulut ke mulut sehingga jaringan pun semakin luas.
Cari Peluang
Sebelum membuka usaha, lakukan riset pasar terlebih dahulu. Pahami betul apa yang diperlukan oleh masyarakat. Akan lebih baik jika produk dan jasa yang Mam berikan belum ada sebelumnya, tetapi bukan berarti Mam tidak bisa mendirikan usaha yang sama seperti yang telah ada sebelumnya. Yang penting, Mam bisa menujukkan kelebihan produk atau jasa Mam dibanding lainnya. Mam juga bisa mendapatkan informasi ini dari teman dan tetangga dekat. Peluang usaha yang Mam lakukan tak harus berkaitan dengan passion. Memang akan lebih baik jika bisnis yang Mam lakukan mendukung passion, tetapi tanpa passion pun Mam juga bisa merintisnya. Bahkan bukan tidak mungkin Mam akan menemukan passion baru dalam bisnis ini.
Teliti dalam Hal Keuangan
Jangan mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis. Keuangan yang tidak dicatat dengan teliti akan membuat Mam kesulitan menganalisis berapa rugi atau laba, biaya penjualan, biaya pembelian, dan lain sebagainya sehingga Mam tidak bisa mengetahui sejauh mana bisnis Mam berkembang.
Merencanakan di Awal
Perencanaan adalah hal yang penting. Misalnya, ada beberapa hal yang berjalan tidak sesuai rencana, maka perencanaan dapat membantu Mam untuk menentukan langkah penyelesaian. Target yang Mam tentukan di awal bisa menjadi motivasi untuk membuat Mam terus konsisten dalam merintis bisnis tersebut.
Karena status Mam masih bekerja di kantor, maka Mam harus menomorsatukan profesi yang ini. Memang sulit pada awalnya, tetapi jika Mam sudah terbiasa disiplin membagi waktu, hal tersebut akan terasa sangat mudah bahkan menyenangkan. Semoga sukses, Mam!







