Bayi Mam Terlalu Gemuk? Coba Lihat Faktanya Di Sini

Mam, bayi berpipi chubby dan bertubuh montok memang terlihat lebih lucu dan menggemaskan. Tidak heran jika kebanyakan ibu mengharapkan anak yang dilahirkannya bertubuh seperti itu. Namun bagi sebagian orang tua, khususnya para orang tua di Amerika Serikat, mereka justru khawatir apabila bentuk tubuh anaknya terlihat terlalu gemuk. Kekhawatiran tersebut bisa dimaklumi karena menurut Centers for Disease Control and Prevention, 17% anak-anak dan remaja Amerika Serikat berusia 2 – 19 tahun mengalami obesitas atau berat badan berada di luar batas ideal.

Menjaga berat badan Si Kecil supaya tetap normal memang menjadi sebuah kewajiban bagi orang tua. Namun, kekhawatiran tersebut sebaiknya tidak berlebihan, apalagi jika usia anak mereka masih di bawah dua tahun. Para ahli mengatakan bahwa Si Kecil yang chubby dan montok saat usia mereka masih di bawah dua tahun, dan kemungkinan Ia akan mengalami obesitas kelak saat Ia dewasa adalah dua hal yang tidak berkaitan satu sama lain. Lagipula, tahun-tahun pertama Si Kecil adalah semacam masa hibernasi mereka. Mereka menyimpan lemak untuk memberi energi pada tahun balita mereka yang penuh semangat dan penuh pertumbuhan.

Valerie Marchand, seorang ahli gastroenterologi pediatrik Montreal dan ketua Canadian Paediatric Society’s Nutrition and Gastroenterology Committee, merekomendasikan penggunaan bagan pertumbuhan yang baru untuk mengukur berat badan normal Si Kecil. Dibuat oleh World Health Organization (WHO), bagan ini dapat digunakan untuk menandai dan mengikuti pola pertumbuhan bayi yang didasarkan pada bayi yang diberi ASI (sebelumnya didasarkan pada bayi yang diberi susu formula). Marchand menjelaskan bahwa perbedaan terbesar antara bagan yang lama dan baru terletak pada fluktuasi berat badan bayi. Si Kecil yang diberi ASI akan tumbuh lebih cepat pada bulan pertama hingga keempat, kemudian melambat setelahnya. Sementara Si Kecil yang diberi susu formula akan bertumbuh lebih lambat pada awalnya, kemudian berat badan akan meningkat setelahnya. Dengan bagan yang baru ini, para orang tua yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya bisa mengerti bahwa kenaikan berat badan yang terjadi adalah sesuatu yang normal.

Selain fakta diatas, berikut beberapa fakta lainnya yang berkaitan dengan penambahan berat badan Si Kecil yang diberi ASI:

  1. Pada beberapa hari pertama setelah kelahiran, Si Kecil akan mengalami penurunan berat badan. Namun Mam jangan khawatir, berat badan Si Kecil akan normal kembali sekitar 10 hari kemudian. Jika dalam sepuluh hari berat badan Si Kecil belum kunjung normal, barulah minta petunjuk dokter.
  2. Pada tiga bulan pertama, Si Kecil akan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 140 hingga 210 gram per minggunya.
  3. Pada usia sekitar 3-6 bulan, berat rata-rata Si Kecil akan menurun hingga 105-147 gram setiap minggunya.
  4. Pada usia 6-12 bulan, berat Si Kecil akan kembali mengalami kenaikan rata-rata sebanyak 70-91 gram per minggunya.
  5. Rata-rata, Si Kecil akan mengalami kenaikan berat badan sebanyak dua kali lipat saat mereka berusia empat atau lima bulan, dan tiga kali lipat saat mereka berusia satu tahun.

Marchand menambahkan bahwa setiap orang tua harus sadar bahwa berat badan Si Kecil yang baru lahir tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetika, namun lebih dipengaruhi oleh faktor diet dan kesehatan ibu saat masa kehamilan. Sebagai contoh, ibu yang mengalami diabetes gestasional cenderung melahirkan anak dengan ukuran yang lebih besar dari rata-rata, meskipun pada akhirnya genetika dan pola makan dan hidup jugalah yang menentukan ukuran tubuh Si Kecil kelak saat Ia dewasa.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :