Tips Aman Penggunaan Car Seat

Keselamatan saat berkendara tak boleh disepelekan. Saat mengajak anak bepergian menggunakan kendaraan roda empat, penggunaan car seat sangat diperlukan untuk melindunginya dan menghindarkannya dari benturan.

Penggunaan car seat untuk keselamatan anak memang belum digunakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Selain dibutuhkan biaya tambahan ekstra, kebanyakan Anda memilih tak menggunakan car seat karena masih bisa memangku si Kecil ketika dalam perjalanan menggunakan mobil.

Namun, bagaimana jika Anda bepergian mengajak si Kecil tanpa didampingi orang lain? Sementara Anda sendiri harus menyetir mobil. Penggunaan car seat dapat menjadi solusi supaya anak tetap aman ketika tengah mengajaknya berkendara. Car seat dibuat dengan bahan yang kuat untuk melindungi anak dari situasi yang buruk, seperti kecelakaan.

Berdasarkan data dari National Safe Kids Campaign Amerika, didapati bahwa penggunaan car seat dapat menurunkan angka kematian balita akibat kecelakaan hingga 71%. Tak hanya itu, angka rawat inap balita karena kecelakaan juga turun sebanyak 69% dengan penggunaan car seat.

Kegunaan car seat tak jauh berbeda dari sabuk pengaman yang digunakan oleh orang dewasa. Selama usia anak belum mencukupi untuk menggunakan sabuk pengaman, car seat menjadi alat pengaman berkendara yang sebaiknya dipilihkan orangtua untuk melindungi anaknya.

Manfaat penggunaan car seat:

  • Menghindarkan anak terpental dan jatuh dari kursinya saat mobil melaju kencang.
  • Menghindarkan anak dari cedera otak akibat benturan keras di kepala jika mobil mengerem secara mendadak. Hal ini dapat berakibat fatal pada anak yang diakibatkan oleh gerakan berhenti seketika dari efek gaya mobil yang tadinya melaju dengan cepat.
  • Anak bisa lebih anteng dalam kursinya dan tidak banyak bergerak.
  • Orang tua dapat mengemudikan mobilnya dengan tenang dan berkonsentrasi karena tidak terganggu dengan gerak anak.

Tips memilih car seat:

  • Pilih car seat sesuai dengan usia anak. Anak-anak usia 0-2 tahun, sebaiknya menggunakan car seat yang menghadap ke belakang. Setelah usia si Kecil 2 tahun, baru boleh memilih car seat yang dihadapkan ke depan.
  • Baca manual car seat dengan teliti supaya dapat melakukan pemasangan dengan benar. Car seat yang dipasang dengan cara yang salah tentu tidak akan berfungsi dengan baik.
  • Pasang harness dengan benar, tidak terlalu longgar dan juga terlalu kencang, kemudian pastikan telah berbunyi klik saat Anda menguncinya. Harness yang terlalu longgar tidak memberikan perlindungan kepada anak, sementara pemasangan terlalu kencang bisa membuat anak tidak nyaman.
  • Keamanan car seat yang telah teruji. Sebaiknya pilih car seat yang memang sudah teruji keamanannya sehingga aman dan nyaman dipakai si Kecil.
  • Jangan paksakan menggunakan car seat yang telah melebihi batas maksimum berat badan anak yang diperbolehkan.

Semoga bermanfaat, Mam!

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :