Cara Ampuh Membujuk Anak Tidak Malas Minum Susu

Adakah di antara sahabat Ibu Dan Mama yang memiliki buah hati malas minum susu? Hal ini memang kerap terjadi, apalagi bagi anak yang terbiasa menerima asupan ASI dari lahir hingga mencapai usia sekitar dua atau tiga tahun. Bagaimana cara mengatasinya?

Menurut Ibu Kamariah Alwi, IBCLC, seorang Konsultan Laktasi dari Malaysia, terdapat beberapa faktor indikasi mengapa anak yang disusui dengan ASI sangat sulit menerima susu selain ASI sebagai pengganti di saat usianya sudah mencapai dua atau tiga tahun atau setelah masa disusui selesai, di antaranya adalah:

  1. Rasa susu formula atau susu segar yang kurang menarik. Hal ini mungkin dikarenakan susu formula dan susu segar hanya terbatas pada beberapa rasa, seperti vanila, coklat, dan stroberi. Sementara mereka sudah terbiasa dengan air susu ibu yang memiliki rasa seperti apa yang dikonsumsi ibunya.
  2. Perasaan jenuh akan tekstur susu yang selalu sama saat disajikan. Sebab ketika anak sudah mulai tumbuh membesar, mereka perlu diberikan tekstur makanan yang berbeda, seperti agak keras, lembut, liat, kenyal, dan lain sebagainya.
  3. Warna susu yang membosankan bagi sebagian anak, karena kurangnya variasi warna susu yang disajikan. Padahal mereka butuh melihat berbagai macam warna makanan yang bisa dikunyah, dihirup, dan lain sebagainya.

Seperti yang diketahui, susu memiliki banyak nutrisi yang sangat baik untuk pertumbuhan anak, seperti protein, vitamin, kalsium, magnesium fosfor, dan kalium yang pastinya dapat membantu anak-anak menjadi lebih sehat dan kuat. Apalagi sarapan dengan segelas susu setiap paginya bisa meningkatkan konsentrasi dan membuat anak menjadi lebih fokus dalam aktivitas belajarnya di sekolah.

Jadi apa saja yang bisa dilakukan untuk dapat mengubah kebiasaan anak malas minum susu? Berikut cara ampuh yang dapat dilakukan agar anak mau dan tergoda untuk mencobanya:

  1. Campurkan susu dengan sereal yang disukai oleh anak-anak dan hindari mereka dari konsumsi minuman manis berperisa seperti, soda, sirop dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan anak enggan minum susu.
  2. Gunakan bahan makanan lain yang mengandung susu dalam menu makanan sehari-harinya, seperti: keju, yogurt, dan puding.
  3. Latihlah anak untuk minum susu secara bertahap, misalnya segelas susu dalam seminggu, kemudian ditingkatkan lagi di bulan berikutnya menjadi dua gelas susu dalam seminggu, dan seterusnya sampai ia terbiasa untuk mengonsumsi susu segelas sehari.
  4. Cobalah kreasi baru dalam penyajian susu dengan tampilan yang menarik dan rasanya lezat.

Cara terakhir telah dilakukan Sustagen dengan meluncurkan Sustagen Yummy Milk Bar di sebuah mal di Jakarta yang merupakan bar khusus susu pertama untuk anak-anak. Bekerjasama dengan Junior Masterchef, Sustagen Yummy Milk Bar adalah bentuk komitmen Sustagen untuk senantiasa membantu para ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi buah hati mereka sesuai AKG (Angka Kecukupan Gizi) 100% dengan menciptakan alternatif baru dalam menyajikan nutrisi terbaik bagi sang anak dengan tampilan yang lebih menyenangkan.

Tidak hanya itu, Sustagen juga menyediakan berbagai kegiatan menarik di sekitar bar, sehingga anak-anak dapat menikmati lezatnya kreasi sajian susu Sustagen sambil bermain.

Wibowo Rubitomo, Brand Manager Sustagen Mead Johnson Indonesia juga menjelaskan bahwa di Sustagen Yummy Milk Bar, para ibu akan mendapatkan inspirasi praktis dalam menciptakan beragam sajian menarik berbahan dasar susu yang membuat buah hati semakin cinta minuman bernutrisi ini.

Terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat luar biasa dalam membesarkan dan menjaga buah hatinya telah menginspirasi saya untuk menularkan semangat hebat sosok wanita tersebut dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat membantu para ibu dan mama dalam merawat dan memelihara buah hati tercinta.

Related Posts

Comments :