Cara Mengatasi Anak Terlambat Berbicara

Melihat perkembangan si Kecil yang semakin hari semakin pintar, orang tua mana yang tidak bahagia. Namun, ketika teman seusianya lancar berbicara, sementara si Kecil belum bisa berbicara acap membuat orang tua khawatir. Yuk cari tahu tanda-tanda dan cara mengatasi si Kecil terlambat berbicara.

Si Kecil yang kini sudah pandai berjalan dan berusia 18 bulan, tak mau diam. Maunya lari-larian kesana kemari hingga kerap membuat Anda lelah harus mengikuti geraknya. Kadang mengejar-ngejar temannya naik sepeda, kadang ingin naik turun tangga, dan memanjat kursi. Namun, di balik kelincahannya bergerak, ia belum bisa berbicara seperti teman-teman seusianya. Padahal, hampir semua orang tua tak sabar ingin mendengar si Kecil berceloteh. Sehingga ketika si Kecil belum menunjukkan tanda-tanda bisa berbicara, beberapa orang tua mulai khawatir. Bagaimana pun, keterampilan berbicara merupakan modal anak dalam bersosialisasi dengan lingkungannya. Memang, kemampuan berbicara pada setiap anak berbeda-beda, ada yang bisa berbicara di usia 8 bulan, ada pula yang lebih dari 1 tahun.

Gejala
Ada beberapa tanda yang menunjukkan anak terlambat berbicara, yakni sebagai berikut:

Usia 12-18 bulan:

  • Di usia 12 bulan: si Kecil belum bisa menggunakan bahasa tubuh, misalnya menggelengkan kepala atau melambai, dan belum mampu menggunakan kata-kata konsonan seperti p atau b.
  • Di usia 15 bulan: si Kecil belum bisa mengerti dan merespon kata sederhana misalnya ‘tidak’, belum mampu mengucapkan 1-3 kata, dan belum mampu mengucapkan kata “mama” atau “papa”.
  • Di usia 18 bulan: si Kecil belum bisa mengucapkan minimal 15 kata.

Usia 19-24 bulan:

  • Di usia 19 bulan: si Kecil belum dapat menunjuk benda-benda yang menarik perhatiannya, seperti ayam dan pesawat.
  • Di usia 20 bulan: si Kecil belum bisa mengucapkan minimal 6 konsonan.
  • Di usia 24 bulan: si Kecil belum mampu menggabungkan 2 kata, seperti “mau mandi” atau “makan roti.” Jika ia mengucapkan sesuatu, orang lain juga susah menangkap maksudnya.

Usia 2-3 tahun:

  • Ketika usia si Kecil sudah 2-3 tahun, waspadai bila belum bisa mengatakan 2 kalimat secara sederhana dan belum bisa mengikuti lagu sederhana yang didengarnya.

Stimulasi
Apabila hal tersebut terjadi pada si Kecil, beberapa stimulasi berikut ini dapat dilakukan, yaitu:

  1. Latih anak berbicara dengan mengucapkan kata tertentu secara berulang-ulang. Supaya anak tidak bosan, coba lakukan dengan menggunakan irama lagu tertentu.
  2. Ajak si Kecil untuk sering bercerita. Anda dapat bertanya kepadanya untuk merangsang si Kecil mau bercerita, misalnya tentang mainan kesukaannya, teman-temannya, dan sebagainya.
  3. Dengarkan kata yang diucapkan si Kecil. Jika kata tersebut tidak jelas diucapkannya, misalnya ‘awas’ diucapkan ‘awah’, Anda sebaiknya membantu memperbaikinya dengan memberikan contoh yang benar.
  4. Jangan lupa untuk mengenalkan kosakata baru setiap hari kepada si Kecil untuk menambah perbendaharaan katanya. Ucapkan kosakata baru tersebut dengan menunjuk benda yang dimaksud, misalnya ‘sendok’, ‘piring’, ‘garpu’, ‘gelas’, dan sebagainya.

Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :