Alasan Lucu Kenapa Si Kecil Selalu Menangis Ketika Imunisasi

Mam, imunisasi adalah hal wajib yang harus diberikan kepada Si Kecil sejak dini. Bahkan, beberapa vaksin imunisasi diberikan segera setelah Si Kecil baru lahir ke dunia ini. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam situs web Parenting, setidaknya ada lima imunisasi wajib bagi Si Kecil. Beberapa diantaranya adalah vaksin Hepatitis B yang harus diberikan kepada Si Kecil 12 jam setelah Ia lahir (dilanjutkan pada usia 1 bulan dan 3-6 bulan), vaksin DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis) yang diberikan pada Si Kecil yang berusia 6 minggu (dilanjutkan pada usia 4 dan 6 bulan), atau vaksin campak pada saat Ia masih berusia 9 bulan (dilanjutkan pada usia 6 tahun, sekitar kelas 1 SD).

Pemberian imunisasi sejak dini berguna untuk melindungi mereka dari serangan penyakit-penyakit berbahaya tersebut. Sayangnya, karena sebagian besar jenis imunisasi masih mengandalkan suntikan, beberapa anak justru menganggap imunisasi adalah momok yang menakutkan. Tidak jarang Si Kecil malah menangis ketika mereka tahu bahwa mereka harus diimunisasi. Untuk menghindari hal tersebut, Mam harus berusaha menciptakan suasana tenang menjelang suntikan. Selain itu, Mam juga sebaiknya mengetahui 4 alasan yang mendasari mengapa Si Kecil selalu menangis ketika imunisasi:

  1. Menangis adalah komunikasi

Kemampuan pertama yang dimiliki anak-anak, khususnya bagi mereka yang masih berusia bayi, adalah kemampuan menangis. Dikutip dari situs web The Guardian, sekitar 1 dari 10 bayi bahkan bisa menangis lebih dari tiga jam sehari. Bagi Si Kecil, menangis adalah sebuah alat komunikasi yang utama mereka. Pada kondisi umum, menangis bisa diartikan bahwa Si Kecil sedang lapar atau marah. Namun untuk kasus imunisasi, Si Kecil yang terus menangis diartikan bahwa mereka merasa sakit dan takut. Yang menarik, situs web HealthLinkBC menjelaskan bahwa Si Kecil yang terus menangis setelah imunisasi justru menandakan bahwa kondisi mereka baik-baik saja.

  1. Mencari perhatian

Selain untuk berkomunikasi, menangis juga dilakukan oleh Si Kecil untuk mendapat perhatian dari orang-orang sekitarnya, apalagi mengingat Si Kecil baru saja, sedang, atau akan disuntik imunisasi. Perhatian orang-orang setidaknya bisa memberikan mereka ketenangan dan kepercayaan diri. Lagipula, sebelum mereka dapat berkomunikasi verbal dengan maksimal, menangis adalah satu-satunya cara yang bisa Si Kecil lakukan untuk mendapatkan perhatian yang diingininya. Namun tenang saja Mam, kebiasaan ini biasanya akan berhenti ketika Si Kecil sudah memasuki usia balita.

  1. Ekspresi dari rasa frustasi

Siapa bilang frustasi hanya bisa dialami oleh orang dewasa saja? Anak-anak pun bisa mengalaminya lho, Mam! Si Kecil akan merasa frustasi ketika mereka tidak mendapatkan apa yang Ia inginkan atau mengalami masalah dengan sesuatu. Contohnya adalah saat pemberian vaksin imunisasi. Jika pihak pemberi imunisasi masih menggunakan cara pendekatan yang lama, tidak mendekor ruangan imunisasi dengan hiasan-hiasan indah khas anak-anak misalnya,maka sudah jelas Si Kecil akan merasa frutsasi karena harus berhadapan langsung dengan dokter, jarum suntik, atau alat medis lainnya. Jika sudah frustasi, tidak heran Si Kecil akan mulai menangis.

  1. Ekspresi dari rasa tidak nyaman

Imunisasi adalah proses menyuntikkan vaksin yang sudah jinak ke dalam tubuh. Dikutip dari situs web helloSEHAT, vaksin yang baru masuk tersebut akan membuat tubuh akan memproduksi sebuah respon imun dengan cara yang sama seperti ketika tubuh sedang terkena penyakit. Respon imun itulah yang kemudian membuat tubuh terasa gatal, terasa nyeri pada bekas suntikan, atau bahkan demam dan membuat Si Kecil merasa tidak nyaman.

Walaupun masih sering menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar anak-anak, tetapi tetap usahakan supaya mereka rutin disuntik imunisasi ya, Mam! Pentingnya imunisasi bahkan telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam situs web PresidenRI.go.id. Ia menjelaskan bahwa menjaga anak agar tetap sehat tidak hanya tugas para orang tua semata, tetapi negara pun juga turut ambil bagian dalam mengemban tugas tersebut. Jadi, jangan lupa imunisasi ya!

 

Baca juga : 

Buta Warna Pada Anak

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :