3 Tips untuk Memotivasi Si Kecil Mau Belajar Musik

Selain berperan sebagai bahasa universal, musik juga memiliki manfaat lain yang baik bagi tumbuh-kembang Si Kecil. Dr. Richard Letts, seorang direktur eksekutif Music Council of Australia, dalam situs web Schoolatoz menjelaskan bahwa semakin muda anak-anak belajar musik, maka semakin maksimal juga pertumbuhan otak yang mereka alami. Si Kecil yang sejak usia dini telah akrab dengan musik cenderung memiliki kemampuan yang lebih pada berbagai mata pelajaran, seperti: matematika, sains, hingga seni dan bahasa. Tidak hanya itu, Si Kecil juga akan terbiasa dengan sikap yang kerja keras, tekun, dan dispilin.

Namun, karena anak-anak memiliki mood swing yang cukup drastis, tidak heran jika Si Kecil yang semula bersemangat memelajari musik, bisa secara tiba-tiba kehilangan motivasi tersebut. Oleh sebab itu, berikut 3 tips yang bisa Mam gunakan untuk menyemangati mereka kembali:

  1. Mengajarkan tujuan utama belajar musik

Ketika Si Kecil mengikuti les musik, maka secara otomatis Ia akan dihadapkan dengan lembaran-lembaran musik yang harus mereka pelajari setiap harinya, aspek-aspek teknis yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuannya, mentor yang bertugas untuk memperbaiki cara bermusik mereka yang salah, hingga ujian yang menilai apakah performa mereka sudah cukup baik atau belum. Jika hanya beberapa hal ini yang disajikan ketika Si Kecil mempelajari musik, maka tidak heran di satu titik Ia akan kehilangan semangat untuk kembali belajar. Si Kecil tidak mendapatkan kesempatan untuk mengerti bahwa musik adalah alat komunikasi.

Oleh sebab itu, usahakan untuk mencari tempat les yang tidak hanya menekankan lulus ujian musik, tetapi yang mengerti bahwa Si Kecil harus menyukai musik itu sendiri terlebih dahulu. Bermain musik itu bukan soal meningkatkan teknik bermain setiap hari, bahkan pemain musik profesional pun tidak melakukan hal tersebut. Musik adalah soal bercerita dan menjadikannya alat komunikasi. Supaya Si Kecil bisa menangkap pesan ini, Mam bisa memberikan kesempatan kepada mereka untuk tampil di atas panggung dan menunjukkan kebolehan mereka.

  1. Tidak berekspektasi secara berlebihan

Persaingan orangtua, khususnya para Mam, memang terkadang lebih sengit ketimbang dua klub sepakbola kelas dunia sekalipun. Ketika melihat anak tetangganya bisa memainkan dua alat musik (atau lebih) sekaligus, tidak sedikit Mam yang kemudian memaksa anaknya untuk juga belajar dua alat musik atau lebih. Atau jika kasusnya bukan seperti itu, maka ada berapa banyak orangtua yang menetapkan eskpektasi berlebihan yang sebenarnya sangat sulit dipenuhi oleh anak-anak mereka? Jika sudah begini, ketika Si Kecil tidak bisa memenuhi ekspektasi para orangtua, bukankah terasa sakit saat Ia bertanya “Mama, apakah saya mengecewakanmu?” Oleh sebab itu, jangan terlalu memaksakan keinginan Anda pada mereka.

  1. Menuai apa yang ditabur

Untuk membuat Si Kecil terus termotivasi dalam belajar musik, Ia memang harus menikmati terlebih dahulu proses belajar tersebut dan tidak ditekan dengan ekspektasi yang berlebihan. Namun yang perlu Mam ingat, Si Kecil juga harus belajar untuk disiplin dan bekerja keras jika Ia ingin ahli dalam bidang tersebut. Jika Si Kecil hanya bermanja-manja dan selalu berhenti berusaha ketika ada kesulitan yang dihadapinya, maka Ia sama saja tidak belajar apapun. Seperti yang pepatah terkenal selalu bilang, “Anda hanya menuai apa yang Anda tabor, sementara kerja keras tidak pernah membohongi hasil.”

Tidak hanya anak-anak, Mam pun sebagai orang dewasa tentu mengalami titik jenuh dimana Mam ingin berhenti dan tidak menyelesaikan apa yang telah Mam mulai. Perasaan tersebut lumrah adanya, namun Mam ataupun Si Kecil tidak boleh kalah dengan perasaan. Oleh sebab itu, ketika perasaan tersebut mulai menyerang dan mengintimidasi, Mam setidaknya bisa terapkan tiga cara diatas. Semoga berhasil!

Baca juga : 

8 Cara Menghilangkan Bau Badan Saat Hamil

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :