4 Alasan Mengapa Si Kecil Harus Bermain di Luar Ruangan

Si Kecil lebih belakangan lebih sering bermain di luar ruangan? Jika iya, sebaiknya Mam tidak terlalu menghalanginya. Dengan pengawasan yang baik, bermain di luar ruangan justru memberikan banyak dampak positif bagi tumbuh dan kembangnya.

Dikutip dari situs web Today’s Parent, anak-anak di Kanada yang berusia antara 5-17 tahun menghabiskan sekitar 8-9 jam diluar ruangan. Sayangnya, dalam beberapa dekade kemudian, jumlah anak yang bermain di luar sekolah menunjukkan penurunan yang cukup tajam, sekitar 14%. Anak-anak masa kini, khususnya yang tinggal di kota-kota besar, cenderung memiliki waktu yang lebih terorganisir, seperti: sekolah, les (musik, pelajaran, atau olahraga), dan kemudian kembali pulang ke rumah.

Padahal, Beverlie Dietze, direktur pembelajaran dan pengajaran di Okanagan College di Kelowna, menjelaskan bahwa cara terbaik untuk membentuk Si Kecil menjadi anak-anak yang bahagia, murid yang baik di sekolah, namun juga ramah terhadap orang-orang sekitar adalah dengan membiarkan mereka bermain di luar ruangan. Bermain diluar ruangan bagi anak-anak tidak hanya sekedar meningkatkan kebahagiaan mereka, tetapi juga karena beberapa alasan. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Meningkatkan kemampuan di bidang akademik

JIka Mam mengira bermain diluar justru membuat Si Kecil sulit berkonstrasi, maka Mam sedang salah paham. Menurut laporan National Wildlife Federation tahun 2010 lalu, 78% guru sekolah memercayai bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu bermain diluar ruangan memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dan tampil baik di sekolah. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa mereka yang bermain bebas diluar ruangan memiliki rasa ingin tahu penasaran yang lebih besar. Kemampuan di bidang seni, sains, teknologi, dan kewirausahaan pun meningkat.

  1. Lebih mencintai alam

Sebuah studi menunjukan bahwa individu-individu yang kelak lebih mencintai alam dan melestarikan lingkungan biasanya adalah individu yang memiliki pengalaman bermain di luar ruangan ketika Ia masih kanak-kanak. Oleh sebab itu, anak-anak yang bermain di luar ruangan kelak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang akan melindungi alamnya.

  1. Mengurangi gejala ADHD

Dikutip dari situs web Web Kesehatan, ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, dan sulit berkonsentrasi. Menariknya, salah satu peneliti dari University of Illinois yang menyurvei 96 keluarga yang memiliki anak-anak dengan gangguan ADHD menyimpulkan bahwa anak-anak ADHD ini berkembang ke arah yang lebih baik setelah melakukan aktivitas di luar ruangan dan area bermain “hijau”.  

  1. Melatih kepercayaan diri

Bermain diluar ruangan berarti bertemu dan berinteraksi dengan orang banyak, melatih Si Kecil supaya berani dan percaya diri ketika bertemu dengan orang-orang baru.

Tidak hanya untuk Si Kecil yang sudah bisa bermain sendiri diluar ruangan, bayi pun akan tidur lebih nyenyak di malam hari ketika Ia mendapati udara segara dan sinar matahari yang masih sehat di siang harinya. Dengan pengawasan yang baik, sudah tidak ada alasan lagi untuk melarang Si Kecil melakukan aktivitas diluar ruangan kan, Mam?

 

Baca juga: 

Makan Protein Ketika Sedang Olahraga, Baca Ini Dulu

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :