4 Cara Membuat Si Kecil Memiliki Mental Baja

Memiliki anak bermental baja bukan berarti membuatnya sombong. Bermental baja adalah di mana dia mampu menerima kegagalan, terbuka akan pendapat orang lain dan tak pernah menyerah memperjuangkan apa yang menurutnya baik. Dengan mental seperti ini, seorang anak akan mampu tumbuh di dunia sekeras apapun. Lalu bagaimana cara yang baik untuk membentuk mental ini?

Biarkan Mereka Membuat Kesalahan

Setiap orang pasti membuat kesalahan, namun bagaimana cara mereka belajar dan bangkit dari kesalahan tersebut adalah hal yang lebih penting. Karena itu Mam, sebaiknya jangan jauhkan si kecil dari kesalahan. Biarkan mereka berbuat salah lalu ajari mereka bagaimana cara untuk membenarkannya.

Dengan begitu, si kecil akan lebih bisa menerima bila suatu hari nanti ia harus bertemu dengan orang yang membuat kesalahan atau ketika ia gagal dalam suatu kesempatan.

Ajari Mereka untuk Berkompetisi

Meski si kecil menerima kegagalan, bukan berarti Mam menjauhkannya dari kompetisi. Kompetisi akan sangat membantu anak untuk bisa terus semangat dalam mencapai sesuatu. Selain itu, mereka juga akan belajar bahwa untuk mencapai gol yang mereka inginkan, si kecil tak bisa duduk santai saja.

Biarkan mereka memilih kompetisi yang mereka inginkan, jangan memaksakan mereka untuk mengikuti kompetisi yang menurut Mam memiliki prestis. Semua talenta memiliki tempatnya masing-masing.

Ajak Mereka untuk Menghadapi Masalah

Selain berhadapan dengan kesalahan dan memiliki semangat juang, sebaiknya jangan menyelesaikan masalah si kecil untuk mereka. Seperti ketika mereka lupa mengerjakan PR atau tidak membawa sesuatu yang seharusnya mereka bawa ke sekolah. Biarkan mereka maju ke pada gurunya untuk meminta maaf.  Ajarkan pada mereka bahwa selalu ada konsekuensi di balik sebuah tindakan agar mereka tidak menggampangkan sebuah kesalahan sekecil apapun.

Bersyukur Adalah Kunci Utama

Salah satu hal lain yang penting dalam membuat si kecil bermental baja adalah bersyukur. Dengan bersyukur, dirinya tak akan mudah mengasihani diri sendiri. Ketika seseorang terlalu sering mengasihani diri mereka sendiri, maka mereka cenderung untuk mencari-cari kesalahan dari sekitarnya bukan memperbaiki diri.

 Tak lupa, Mam juga harus selalu mendukung apa yang ia inginkan selama itu tidak merugikan orang lain. Hargai keputusannya meski umurnya masih belia, hal ini akan membuatnya lebih bisa memahami orang lain daripada bila Mam menolaknya mentah-mentah.

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :