Agar Si Kecil “melek” teknologi, biasanya para orang tua mengenalkan mereka pada gadget. Gadget hampir dimiliki oleh siapa saja dan mengenalkan benda ini pada Si Kecil bertujuan untuk memudahkan mereka belajar hal-hal baru. Di smartphone misalnya, ada banyak aplikasi belajar dan permainan yang bisa membuat Si Kecil senang. Namun, penggunaan smartphone yang berlebihan tentunya juga tidak baik untuk Si Kecil, Mam. salah satunya adalah gangguan emosi. Berikut ini lima gangguan emosi yang akan diderita oleh Si Kecil jika terlalu sering main gadget.
Merasa Kesepian
Sepulang sekolah hingga sore bahkan malam hari setelah belajar, Si Kecil yang terus-terusan memandangi layar gadget akan merasa kesepian. Mungkin ia merasa permainan yang dipasang di smarthpone mampu membuatnya senang dan nyaman, tapi lama-kelamaan ia juga akan merasa kesepian karena minimnya interaksi. Beda halnya jika ia bermain dengan temannya, di mana ia bisa tertawa, saling bercanda, dan bahkan adu mulut.
Menurunkan Kemampuan Bersosialisasi
Terlalu asyik bermain gadget membuat Si Kecil ketagihan sehingga lupa waktu. Waktu yang ia luangkan bersama teman-temannya juga berkurang. Padahal, membiarkan Si Kecil bergaul dengan teman seusianya bisa melatih pengembangan karakternya lho, Mam! Selain itu, ini akan membuat Si Kecil kurang memahami bagaimana seharusnya bersikap menghadapi orang lain, khususnya cara berempati.
Narsistik
Jika Mam suka ber-selfie dan mengajak Si Kecil sebaiknya tidak dilakukan sering-sering, ya karena akan mempengaruhi kepribadiannya. Selfie secara tidak langsung mengajarkan Si Kecil bahwa ia memiliki paras yang lebih baik dari orang lain. Memang hal tersebut bisa mengajarkan Si Kecil untuk tampil percaya diri, tapi jika dilakukan terlalu sering juga tidak baik. Akibatnya, tentu saja sifat narsistik yang akan terpupuk di dalam dirinya.
Kemampuan Kontrol Diri Kurang
Mam dan Ayah mungkin terlalu sibuk bekerja sehingga berpikir dengan memberikan gadget kepada Si Kecil bisa membantu menemani hari-harinya. Tapi justru penggunaan gadget yang tanpa pengawasan orang tua seperti ini akan membangun kebiasaan buruk pada anak, yaitu berlalu sesuka hati. Kurangnya kontrol diri akan menjadikan Si Kecil pribadi yang egois dan sulit memutuskan sesuatu yang positif secara mandiri.
Depresi
Saat Si Kecil menemukan permainan dalam gadget tapi ia tidak bisa menyelesaikannya dengan score tertentu, ini akan membuatnya penasaran. Berkali-kali mencoba tapi tetap gagal. Selain membuang-buang waktunya untuk bersosialisasi, ini akan membuat pikirannya tidak bisa lepas dari game itu. Ditambah dengan rasa kesepian karena minimnya interaksi dengan teman sebayanya, rasa stres ini akan membuat Si Kecil semakin sulit mencerna apa yang baik untuknya. Akibatnya, ia mudah marah pada hal-hal sepele ketiak hal tersebut tidak sesuai keinginannya.
Nah, penggunaan gadget memang harus dibatasi ya, Mam. Pastikan Si Kecil menggunakan gadget untuk mengasah kemampuan belajarnya. Pasang aplikasi yang berguna untuk tumbuh kembang otak Si Kecil. Membiarkannya bermain boleh-boleh saja tapi jangan sampai lebih dari dua jam, ya. Ingat, pengembangan karakter Si Kecil harus dimulai sejak dini. Oleh sebab itu, penting untuk membantunya agar dapat berinteraksi dengan orang lain.







