Alasan Mengapa Kekerasan Mendidik Pada Si Kecil Harus Dihindari

Terkadang, kekerasan saat mendidik si kecil tak dapat dihindari oleh orang tua. Entah disengaja karena merasa harus seperti itu adanya, atau tak disengaja karena terbawa emosi saja. Namun sebaiknya Mam tak menerus melakukannya karena bisa berdampak seperti ini.

Menimbulkan Keretakan Hubungan Orang Tua dan Anak

Meski umumnya anak-anak baru bisa mengerti bedanya antara bentakan dan tidak setelah otaknya sudah cukup terbentuk, namun ketika ia sadar akan bentakan tersebut dan Mam membentaknya maka otomatis ia bisa berpikiran buruk. Apalagi ketika ia tidak tahu salahnya di mana.

Apalagi ketika Mam juga melakukan tindakan kekerasan fisik seperti mencubit atau menampar pantatnya. Hal ini bisa berujung pada keretakan hubungan yang sudah Mam bangun bersamanya. Karena nila setitik bisa rusak susu sebelanga, benar bukan?

Bisa Berujung Pada Trauma Bagi Si Kecil

Tak hanya keretakan, kekerasan ketika mendidik anak bisa berujung pada trauma. Apalagi bila dilakukan terus menerus dan membuatnya bingung akan apa yang salah pada dirinya.

Trauma bisa berbentuk macam-macam. Ketakutan akan menyuarakan pendapatnya karena ia selalu dimarahi ketika berusaha membela dirinya di depan orang tua juga bisa menjadi bentuk trauma yang parah. Mam pastinya tak mau ini terjadi pada si kecil bukan?

Ketika Ia Menurut Bisa Jadi Tak Berasal dari Lubuk Hatinya

Kekerasan bisa berujung pada anak yang menurut, namun apakah Mam yakin bahwa sisi menurutnya itu berasal dari lubuk hati?

Mam pasti pernah kan merasa bahwa Mam memang harus menurut pada seseorang tapi hati tak bisa ikhlas karena pendapatnya bertolak belakang dengan Mam?

Ini juga bisa terjadi pada si kecil bila Mam terus menerus melakukan kekerasan verbal dan/atau fisik untuk membuatnya menurut pada Mam.

Bila Telanjur, Jangan Lupa Meminta Maaf

Namun bila Mam sudah telanjur melakukan kekerasan tersebut pada si kecil, sebaiknya Mam segera minta maaf dan memberinya pengertian. Beri tahu pada si kecil bahwa ia salah, dan Mam harus berani meminta maaf setelah marah kepadanya.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :