Bagaimana Membuat Si Kecil Bercerita Jika Mereka Terkena Bullying

Sebagai orang tua, Anda tentu menginginkan anak Anda bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Apalagi memiliki anak yang aktif, ceria, pemberani, dan terbuka kepada orang tuanya. Namun, seiring pertumbuhan si kecil, ia justru menjadi tertutup dan asyik dengan dunianya sendiri. Mam, memiliki anak yang terbuka dengan orang tua sangatlah penting, hal tersebut terjadi karena dari keterbukaan antar kedua orang tua dan anak bisa membantu Anda mengenal serta memahami bagaimana tumbuh kembang si kecil.

Belakangan ini marak sekali terjadi tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini tentu membuat Anda sebagai orang tua menjadi cemas dan takut jika hal tersebut terjadi pada anak Anda. Itulah mengapa sifat keterbukaan ini penting dimiliki dalam hubungan Anda dan anak. Tapi bagaimana cara untuk membuatnya terbuka dan bercerita kalau mereka terkena bullying? Berikut penjelasannya.

Ciptakan Rutinitas Mengobrol Bersama si Kecil

Cara pertama yang bisa Mam lakukan untuk membuat si kecil terbuka dan bercerita adalah dengan mengajak si kecil untuk mengobrol secara rutin. Ajaklah si kecil untuk mengobrol dan jangan batasi topik yang ingin Anda pilih. Namun, pastikan topic tersebut masih berhubungan dengan dunia si kecil. Sehingga nantinya anak akan merasa selalu memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan Anda.

Sebisa mungkin hindari situasi yang terlalu serius agar si kecil merasa nyaman ketika ingin membagikan ceritanya kepada Anda. Mam juga bisa menciptakan rutinitas mengobrol ini ketika sore hari, berjalan-jalan, dan atau sambil menonton tv.

Masuki ‘dunia’ si Kecil

Anak-anak memang pada umumnya tidak terbuka pada orang tuanya. Oleh karena itu, perlu adanya usaha lebih agar Anda mengenal dan mengetahui bagaimana perkembangannya di luar rumah. Anda bisa mulai secara perlahan memasuki dunia si kecil dan mengikuti dunia anak Anda agar lebih mudah untuk memancingnya berbicara. Ketika orang tua mampu masuk dan mengimbangi dunia si kecil, maka si kecil pun akan merasa lebih nyaman dan juga santai dengan Anda.

Hindari Kritik

Salah satu hal yang paling tidak disukai oleh anak ketika berbicara dengan orang tua adalah mendengarkan kritik dari orang tua. Tanpa disadari, mungkin Anda sering mengeluarkan kata-kata yang menyalahkan atau menghakimi si kecil, sehingga membuatnya berpikir kalau sebaiknya ia tidak cerita kalau hanya akan dikritik. Jauhi sifat main hakim sendiri, ada baiknya kalau Anda mengeluarkan kata-kata yang juga bisa memotivasi si kecil dan membuatnya tidak ragu untuk bercerita kepada Anda.

Biasakan untuk Menjaga Komunikasi dengan Si Kecil Melalui SMS atau Telepon

Komunikasi merupakan komposisi utama dalam semua hubungan, termasuk hubungan Anda bersama si kecil. Ketika Anda ingin anak Anda terbuka, cobalah selepas bekerja atau sehabis Anda pulang bekerja cobalah untuk menelepon atau sms anak Anda. Sehingga sebagai orang tua Anda tahu bagaimana suasana hati si kecil pada saat itu. Sesampainya di rumah, barulah Anda meneruskan kembali pembicaraan Anda dengan si kecil dan bantu untuk menghadapinya.

Nah, Mam, kira-kira seperti itulah tips bagaimana agar si kecil terbuka dengan Anda. Ketika anak Anda sudah terbuka pada Anda, maka semua permasalahannya pun akan diceritakan kepada Anda tanpa perasaan khawatir sama sekali. Dalam setiap hubungan, komunikasi menjadi salah satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Melalui keterbukaan itu pula hubungan antara anak dan orang tua bisa menjadi dekat. Sehingga orang tua bisa tetap mengawasi tumbuh kembang dan menjauhi si kecil dari pengaruh buruk termasuk bullying.

Baca juga : 

3 Kunci Cara Mendukung Kehamilan Istri Anda

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :