6 Cara Membesarkan Hati Si Kecil Ketika Kalah Dalam Olahraga

Sebagai orang tua, Mam tentu menginginkan si kecil menjadi pemenang dan terbaik di segala bidangnya. Namun terkadang perasaan tersebut justru membuat orang tua lupa kalau kekalahan ataupun kegagalan merupakan hal yang wajar, seringkali tanpa disadari orang tua memaksakan kehendaknya pada anak sehingga dapat membuat si kecil tertekan sekalinya berhadapan dengan kegagalan.

Mam, menang kalah adalah hal biasa yang terpenting adalah proses bagaimana si kecil sudah mau berusaha dan berjuang. Oleh karena itu, sebagai orang tua sudah seharusnya Anda terus mendukung dan menyemangati ketika si kecil menghadapi kekalahan atau kegagalan. Mam, berikut cara tepat yang bisa Anda lakukan untuk membesarkan hati si kecil ketika kalah dalam olahraga.

Memahami Kekalahan

Kalah bukan berarti tidak juara, pemahaman inilah yang seharusnya Anda berikan kepada si kecil sejak dini. Anda bisa membantu menjelaskan bahwa hasil akhir dari kompetisi bukan berarti tidak menjadi juara, melainkan untuk tetap bersemangat dan kompetisi itu hanyalah sebuah permainan. Orang tua juga harus memahami bahwa kompetisi bukan sekedar hasil akhir yang akan didapatkan, sehingga Anda pun bisa mengajarkan kepada anak Anda untuk menghargai segala bentuk upaya untuk berprestasi.

Berikan si Kecil Ruang untuk Meluapkan Perasaan Kekalahannya

Mam, ketika si kecil menghadapi kekalahan biasanya ia akan menangis, memukul, menendang, dan bahkan berteriak untuk mengekspresikan kekecewaannya. Meskipun sulit untuk menjaga perasaan anak saat kalah, tetapi dengan memberikan waktu dan pendampingan dalam meluapkan perasaan tersebut, Anda bisa membuatnya kembali percaya diri dan lebih siap menerima kekalahannya.

Ajarkan si Kecil untuk Mengucapkan Selamat pada Pemenang

Wujud yang paling nyata dalam sifat menerima kekalahan adalah ketulusan si anak untuk ikut memberikan selamat kepada pemenang. Tidak perlu terlalu berlebihan, tetapi si kecil memang harus diajarkan kalau akan selalu ada orang yang lebih baik dari dirinya dan perlu diberikan apresiasi. Seseorang yang memberikan apresiasi untuk keberhasilan orang lain tentu dengan sendirinya akan termotivasi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Mengakui Kekurangan

Ketika mengalami kegagalan, ajarilah anak Anda untuk mengakui kekurangan di dalam dirinya. Hal tersebut dilakukan bukan berarti anak Anda tidak pandai ataupun jago dibandingkan si pemenang, tetapi hal ini bisa mengajarkan pada dirinya untuk berendah hati, menghargai orang lain, dan menerima kekalahan sebagai proses belajarnya kelak. Cara ini juga bisa membuat anak Anda lebih mengenal dirinya sendiri dengan segala kekurangan yang dimiliki. Jadikan pengakuan kekurangan tersebut sebagai ajang pembelajaran untuk menjadi lebih baik.

Menghargai Kerja Keras Anak

Mam, seperti yang sudah dikatakan pada awal artikel ini, semangat serta dukungan dari orang tua memiliki pengaruh terbesar dalam hidup si kecil. Atmosfer dan lingkungan sekitar si kecil pun bisa membantunya untuk menerima kekalahannya, sehingga peranan orang tua akan sangat membantunya menerima kekalahan. Hargai semua usaha yang sudah dilakukan oleh si kecil, tekankan kembali kalau proses kerja keras dan usaha adalah yang terpenting dibandingkan dengan menjadi pemenang.

Berikan Waktu pada Si Kecil untuk Memperbaiki kesalahan di Lain Kesempatan

Berikan kepercayaan untuk si kecil kalau orang tua akan mendukungnya dan yakin suatu saat ia bisa menjadi lebih baik. Ajarkan pula pada si kecil kalau kesempatan itu datang kapanpun selama ia mau berusaha, sehingga si kecil pun akan termotivasi untuk terus belajar dan berlatih. Jangan sampai Anda malah menyalahkan dan menyudutkan kekalahannya sebagai suatu kesalahan dan tidak memberikan kesempatan sama sekali untuk berubah.

Nah, Mam, itulah beberapa tips dan cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat si kecil berbesar hati dalam menerima kekalahan dalam olahraga. Ingatlah terus kalau dukungan orang tua adalah segalanya bagi si kecil. Fokuskan pada usaha dan juga kerja keras si kecil, tempatkan posisi pemenang sebagai salah satu bonus dari suatu kompetisi bukan sebagai tujuan utamanya.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :