Apakah Teknologi Modern Seperti Baby Monitor Malah Menyakiti Si Kecil?

Sebagai orang tua, Mam tentu ingin agar Si Kecil memiliki tumbuh kembang yang maksimal. Untuk itu, Mam pun membeli baby monitor untuk membantu memantau tumbuh kembang Si Kecil saat Mam tidak berada di sisi mereka. Teknologi pada baby monitor memungkinkan Mam untuk segera mengetahui apabila Si Kecil menangis atau melakukan aktivitas yang tidak seharusnya.

Kehadiran baby monitor tentu bersifat sangat membantu ya, Mam? Namun, di sisi lain, teknologi satu ini ternyata juga menimbulkan kontroversi karena dianggap memiliki dampak yang negatif. Bagaimana bisa?

Paparan Radiasi dari Baby Monitor

Perkembangan teknologi juga telah merambah ke dunia parenting, yang salah satunya hadir dalam bentuk baby monitor. Kini, baby monitor telah menajdi wireless sehingga Mam bisa merasa aman untuk meletakkannya lebih dekat kepada Si Kecil. Namun, hal ini ternyata memiliki dampak negatif tersendiri, Mam.

Dilansir dari situs Kalcare.co.id, sebuah asosiasi bernama Powerwatch yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa radiasi gelombang mikro dari baby monitor tanpa kabel, yang diletakkan sejauh satu meter dari Si Kecil, memberi efek yang sama dengan jika Mam berdiri sejauh 150 meter dari menara BTS. Nah, hal ini dipercaya dapat memengaruhi perkembangan otak Si Kecil dan ia jadi lebih rentan terhadap radiasi.

Adanya Fitur Talk Back

Dalam baby monitor, ada sebuah teknologi bernama talk back yang memungkinkan Mam dan Ayah untuk berbicara dengan Si Kecil. Teknologi ini menggunakan radiasi terus menerus, jadi tidak hanya saat proses berbicara. Hal tersebut tentu dapat mengganggu perkembangan otak Si Kecil, Mam, terutama jika ia masih berusia di bawah enam bulan. Pada usia tersebut, otaknya sedang “terbuka” dan mengalami proses penting. Apabila terkena paparan radiasi, proses sinyaling otak selama usia dini akan terganggu.

Memberikan Rasa Aman yang Keliru

Tahukah Mam bahwa baby monitor ternyata tidak dijual sebagai alat medis? Artinya, menurut situs Safbaby.com, baby monitor tidak menjalani tes untuk memastikan bahwa alat satu ini memang bisa menjaga keamanan bayi. Padahal, kebanyakan orang tua membeli baby monitor dan menggunakannya untuk mencegah terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Kedua hal tersebut tentunya bertolak belakang dan justru bisa membuat orang tua  memiliki keyakinan rasa aman yang keliru.

Jadi, apakah baby monitor sama sekali tidak diperbolehkan untuk digunakan terhadap Si Kecil? Tetap boleh kok, Mam, tetapi tentu ada aturannya sendiri. Masih dari situs Kalcare.co.id, David Carpenter selaku Direktur Institut Kesehatan dan Lingkungan di Unviersity at Albany menganjurkan agar Mam meletakkan baby monitor setidaknya tiga meter dari Si Kecil. Dengan begitu, paparan radiasinya pun bisa sangat diminimalisir.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :