Bagaimana Mengatasi Solusi Si Kecil yang Sekolahnya Full day?

Istilah sekolah full day di Indonesia pertama kali dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Mendikbud), Muhadjir Effendy, kurang-lebih satu tahun yang lalu setelah Ia menggantikan Anies Baswedan, Medikbud terdahulu. Sekolah full day adalah konsep belajar-mengajar di sekolah yang digelar selama 5 hari (Senin-Jumat) dan memakan waktu selama 8 jam. Konsep ini diusung oleh Muhadjir dalam rangka menyelesaikan mandat yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo mengenai dua aspek pendidikan: pendidikan karakter dan pengetahuan umun.

Walaupun sempat ditentang oleh berbagai pihak, Muhadjir Effendi menganggap bahwa program ini memberikan lebih banyak dampak positif. Dikutip dari Kompas.com, Muhadjir Effendi mengatakan bahwa pada jenjang sekolah dasar (SD), anak-anak akan mendapat pendidikan karakter sebanyak 80% dan pengetahuan umum sebanyak 20%. Sementara untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), perbandingan pendidikan karakter dan pengetahuan umum sebanyak 60% dan 40%. Itu berarti, Muhadjir ingin menekankan bahwa 8 jam belajar di sekolah tidak semata hanya mempelajari pelajaran-pelajaran umum, tetapi juga pendidikan karakter seperti kegiatan ekstrakulikuler.

Nah Mam, jika Si Kecil bersekolah di sekolah yang mengusung konsep sekolah full day, maka apa yang sebaiknya Mam lakukan?

  1. Mencari tahu potensi-potensi yang dimiliki Si Kecil

Seperti yang sempat disinggung di atas, konsep sekolah full day bukan berarti full belajar selama 8 jam di sekolah. Si Kecil akan mendapatkan jam-jam tambahan di luar kelas yang berguna untuk meningkatkan karakter mereka, seperti jujur, toleransi, disipilin, hingga cinta tanah air melalui kegiatan ekstrakulikuler. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Mam sebaiknya juga turut serta dalam mencari kegiatan ekstrakulikuler apa yang tepat bagi Si Kecil. Mencari tahu apa yang sebenarnya Si Kecil senangi sedini mungkin dapat memaksimalkan tumbuh dan kembang mereka, baik dari segi fisik maupun mental.

  1. Menyiapkan bekal makanan tambahan

Jika jam pulang sekolah rata-rata adalah pukul 1 siang, maka sekolah yang mengusung konsep sekolah full day akan pulang lebih sore, sekitar pukul 3 sore. Supaya tidak lebih boros dan terus jajan diluar, Mam sebaiknya menyiapkan Si Kecil bekal tambahan. Selain lebih higienis, kandungan gizi dalam makanan yang terkontrol dengan baik dapat memberikan daya tahan tubuh yang lebih kuat.

  1. Tidak terlalu khawatir dan paranoia

Untuk sekolah-sekolah di daerah perkotaan dan yang kedua orangtuanya bekerja, konsep sekolah full day adalah solusi terbaik. Orang tua yang bekerja biasanya akan pulang sekitar pukul 5 sore, berarti ada waktu 4 jam untuk Si Kecil bermain tanpa pengawasan orang tua jika mereka sekolah di sekolah biasa. Berbeda apabila Si Kecil bersekolah di sekolah full day, pulang sekolah mereka akan menghadiri kegiatan-kegiatan positif, membuat waktu bermain tanpa pengawasan orang tua tadi berkurang.

  1. Memastikan program sekolah

Karena porsi Si Kecil berkegiatan di sekolah akan lebih banyak dibanding biasanya, maka pastikan kegiatan tambahan atau ekstrakulikuler yang diikuti Si Kecil adalah yang positif dan membangun, bukan program radikal yang malah menjatuhkan moral.

Setiap keputusan memang selalu memiliki dua sisi baik dan buruk, begitu pula dengan konsep sekolah full day. Jika sekolah tempat Si Kecil menimba ilmu memang menerapkan konsep seperti itu, manfaatkanlah sisi baiknya ketimbang terus menggerutu karena sisi jeleknya. Semoga empat cara diatas bisa menjadi sedikit solusi mengenai pro kontra sekolah full day ya, Mam!

Baca juga : 

Tips Mudah Mengatasi Beberapa Keluhan Ringan Saat Hamil

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :