Bagaimana Pengaruh AC pada Si Kecil?

Mam, siapa yang senang dengan suasana sumpek, pengap, dan panas? Apalagi jika dikaitkan dengan Si Kecil yang baru lahir, setiap orangtua pasti ingin memberikan lingkungan dan suasana yang terbaik untuk Si Kecil tinggal. Maka tidak jarang dari mereka yang sengaja membeli air conditioner (AC) supaya Si Kecil merasa nyaman. Namun, adakah pengaruh negatif yang diberikan oleh AC pada Si Kecil?

Para ahli menjelaskan bahwa ruangan yang didinginkan pada suhu yang pas, berventilasi, dan memiliki sirkulasi udara yang baik dapat membantu Si Kecil merasa nyaman dan tumbuh dengan lebih baik. Tidak seperti orang dewasa, bayi baru lahir tidak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu di lingkungan mereka, itulah sebabnya mereka bisa menjadi terlalu cepat panas dan menderita alergi kulit, ruam, biang keringat, dehidrasi dan masalah lainnya. Istirahat yang nyaman juga dapat menghindari Si Kecil terkena Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Suhu Ruangan yang Tepat

Dr. Saroja Balan, seorang dokter anak dalam situs web Baby Center merekomendasikan para orangtua untuk mempertahankan suhu ruangan pada 23°C-26°C supaya Si Kecil merasa nyaman, tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Jika Mam menggunakan AC, atur timer sesuai durasi yang diperlukan untuk mendinginkan ruangan (biasanya dimatikan setelah jam 3 atau 4 pagi, karena suhu tengah malam akan lebih dingin ketimbang sebelumnya). Jika AC yang Mam gunakan tidak dilengkapi dengan timer, Mam bisa gunakan jam alaram sebagai alternatif pengingat. Jika AC tidak memiliki tampilan suhu, Mam sebaiknya menyimpan termometer di ruangan untuk membantu Mam memantau suhu ruangan. Mam juga harus secara rutin memeriksa kebersihan AC.

Menjaga Kelembaban Si Kecil

Karena AC mungkin dapat membuat kulit Si Kecil lebih kering, Mam harus menjaga kelembabannya dengan cara mencelupkan cotton bud berukuran kecil ke dalam baby oil, kemudian secara perlahan usapkan pada setiap lobang hidung Si Kecil. Ini bertujuan untuk mencegah Si Kecil mimisan akibat saluran hidung yang terlalu kering. Namun, sebaiknya Mam tetap berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukan pencegahan ini.

Untuk pakaian Si Kecil, kenakan baju berbahan lembut dan adem yang menutupi lengan dan kakinya untuk melindungi kulit Si Kecil dari suhu yang dingin. Mam juga boleh sesekali menutupi area kepalanya dengan topi atau kakinya dengan kaos kaki  katun. Jika Mam berencana mengenakan Si Kecil selimut, usahakan untuk menyelimutinya di bawah siku untuk menghindari selimut tersebut dapat tertarik dan menutupi mukanya. Idealnya, Si Kecil memakai dua lapisan (baju dalam dan baju luar), namun Mam juga harus memperhatikan supaya Si Kecil tidak berpakaian berlebihan sehingga membuatnya terlalu hangat. Mam juga harus memastikan untuk tidak membaringkan Si Kecil di posisi terarah langsung udara dingin dari AC, khususnya saat malam hari.

Jika Mam ingin membawa Si Kecil keluar ruangan, jangan langsung membawanya keluar karena hanya akan membuat Si Kecil kaget akan perbedaan temperature dan membuatnya sakit. Matikan terlebih dahulu AC tersebut, dan beri waktu Si Kecil untuk terbiasa dengan suhu luar. Setelah cukup lama, barulah ajak Si Kecil keluar ruangan.

Berlebih itu Tidak Baik

Sekalipun AC dapat memberikan kenyamanan pada istirahat Si Kecil (juga orangtuanya), namun segala sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik. Terus-menerus tinggal dalam ruangan ber-AC akan membuat suhu badannya turun dan membuatnya merasa dingin. Oleh sebab itu, sesekali bawalah ke luar ruangan untuk menghangatkan. Ingat, jangan terlalu cepat membawanya keluar ya, Mam!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :