Bahaya, Jangan Berikan Air Putih pada Bayi!

Saat berusia di bawah enam bulan, bayi membutuhkan ASI (air susu ibu) eksklusif untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi. ASI eksklusif ini berarti si kecil hanya mengonsumsi ASI dan tidak mengonsumsi makanan atau minuman tambahan lainnya, seperti yang direkomendasi kan oleh World Health Organization (WHO) dalam Alodokter.

Bayi tidak boleh minum air putih dahulu

Air putih yang diberikan untuk konsumsi bayi akan membuat perut bayi itu menjadi cepat kembung, yang kemudian dapat menurunkan keinginan bayi untuk meminum ASI atau susu formula. Pada akhirnya, asupan nutrisi dan proses penyerapan nutrisi bayi jadi terganggu.

Dilansir dari Hello Sehat, dr. Jennifer Anders (Rumah Sakit Anak Johns Hopkins, Baltimore, Amerika Serikat) memperingatkan para orang tua untuk tidak langsung memberikan air putih untuk konsumsi bayi yag berusia dini. Karena bayi mendapat resiko mengalami keracunan air, diare hingga gizi buruk.

Perlu Mam ketahui bahwa risiko tersebut didasari pada fungsi organ ginjal bayi yang belum matang. Tubuh bayi akan mengeksresikan/mengeluarkan garam yang terlalu banyak bersama dengan air putih yang diminum, jika meminum air putih di atas batas yang disarankan. Risiko ini juga akan merujuk pada kondisi cairan tubuh bayi yang tidak seimbang. Penjelasan risiko-risiko tersebut bisa disimak di bawah ini.

Risiko Gizi buruk

Pada tetesan-tetesan ASI yang pertama keluar setiap menyusui bayi, mengandung air lebih dari 80%. Dengan begitu, konsumsi ASI sebenarnya sudah cukup untuk menghidrasi bayi, menghilangkan rasa lapar dan haus, melindungi bayi dari infeksi serta memberi dukungan nutrisi bayi untuk tumbuh dan berkembang normal.

Meminum air putih secara harfiah memang akan menghidrasi bayi, namun imbasnya bayi bisa jadi berhenti menyusu dan berujung pada kekurangan gizi. Ketika Mam berhenti memberikan ASI pada bayi, ASI Mam pun akan berkurang jumlahnya. Dan ketika jumlah ASI yang dibutuhkan banyak, Mam akan kesulitan menghasilkan ASI. Semua jadi terkena imbasnya.

Risiko Diare

Selalu ada kemungkinan bahwa air putih yang diberikan untuk konsumsi bayi, tidak cukup steril. Ketidaksterilan air ini dapat menyebabkan bayi terkena infeksi lalu diare. Diare sendiri akan menyebabkan bayi kekurangan cairan tubuh dan mineral yang dibutuhkan.

Khusus untuk bayi yang mengonsumsi susu formula, Mam harus menggunakan air direbus hingga matang (suhu minimal 70° celcius), kemudian didinginkan terlebih dahulu sebelum disuguhkan. Hal ini juga berlaku untuk air mineral, yang sama-sama harus direbus matang terlebih dahulu. Mam jangan lupa untuk memperhatikan kandungan mineral pada air kemasan, agar kada Natrium (Na) tidak lebih dari 200 mg/liter dan kadar sulfat (SO atau SO4) tidak lebih dari 250 mg/liter.

Risiko Keracunan air

Keracunan air atau intoksifikasi air (water intoxication) merupakan salah satu risiko jika bayi mengonsumsi air putih. Hal ini terjadi ketika kadar mineral garam dalam tubuh bayi menurun drastis sehingga keseimbangan elektrolit tubuh bayi terganggu. Kemudian muncullah gejala pembengkakan tubuh (biasanya wajah), pusing, mual, muntah, kejang-kejang hingga koma.

Jika terpaksa, bagaimana bayi minum air putih

Takaran air putih yang diperbolehkan oleh ahli medis untuk bayi di bawah 6 bulan yakni 2 ml (sekitar seperempat sendok teh) dan tidak boleh lebih. Hal ini juga hanya boleh dilakukan jika benar-benar diperlukan, seperti untuk mengencerkan puyer (yang sebenarnya bisa dilarutkan bersama ASI) dan tidak diberikan dengan dot ataupun sippy cup.

Sedangkan jika bayi berusia di bawah 6 bulan mengalami konstipasi (kesulitan BAB), melansir dari theAsianparent, bayi diperbolehkan untuk mengonsumsi air putih hingga 60 ml per hari itu pun hanya sampai siklus BAB bayi sudah kembali normal.

Jadi jika Mam ingin memberikan air putih untuk konsumsi bayi, sebaiknya berikan ketika ia sudah tidak mendapat ASI eksklusif atau dalam masa ASI eksklusif. Semoga bermanfaat!

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :