Bahaya Kah Kebiasaan Si Kecil Suka Menggigit Jari Saat Balita?

Mam, sejak dalam kandungan seorang bayi tentu sering kali menghisap jari. Bahkan kebiasaan ini terkadang masih terbawa hingga si kecil berusia dua tahun atau lebih. Apakah hal ini baik atau berbahaya bagi tumbuh kembangnya si kecil? Mam, tenang dulu! Kebiasaan menghisap atau menggigit jari merupakan salah satu perwujudan dari ketidaknyamanan si kecil terhadap sesuatu.

Mulai dari ketika ia merasa takut, marah, sedih, dan juga emosi lainnya yang sedang dirasa oleh si kecil. Mam, tapi kebisaan ini sebaiknya harus segera dihentikan karena membawa dampak negative pada fisik dan psikis si kecil, antara lain:

Mengalami Kerusakan Gigi dan Rahang

Masa-masa balita atau batita memang menjadi masa pertumbuhan awal gigi-gigi si kecil. Ketika si kecil memiliki kebiasaan untuk menghisap atau menggigit jari dan benda keras lainnya bukanlah hal yang baik untuk pertumbuhan giginya. Kebiasaan ini bisa membuat posisi gigi si kecil kelak tumbuh kurang baik dan juga merusak prosesnya. Jika dibiarkan hingga menahun, rahang pun akan memiliki bentuk yang tidak presisi.

Infeksi Bakteri

Bahaya kedua jika si kecil gemar menghisap jari-jarinya adalah permasalahan infeksi bakteri.Jari yang digunakan untuk menyentuh segala sesuatu yang ada di sekitarnya tidak ada yang tahu apakah benda yang disentuhnya mengandung kotoran atau tidak. Terutama pada bagian kuku, sering kali tanpa disadari kuku menyimpang begitu banyak bakter seperti bakteri salmonella dan E.coli.

Biasanya pula, bakteri ini akan bersembunyi di antara ujung kuku dan juga kulit tangan si kecil. Ketika dihisap atau digigit, maka bisa menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan yang akhirnya menyebabkan diare atau sakit perut. Belum lagi dengan zat-zat berbahaya lain yang bisa saja masuk melalui hisapan jari si kecil yang menyebabkan keracunan dan lainnya.

Kemapuan Bicara si Kecil Terhambat

Mam, siapa sangka kalau membiarkan si kecil menghisap atau menggigit jarinya bisa berdampak pada kemampuan bicaranya. Mengutip halaman kompas.com, anak yang sering menghisap jari akan cenderung jarang berbicara karena mulutnya asyik dengan jari atau benda yang ia hisap di mulutnya. Padahal jika si kecil banyak berbicara , bisa membuat si kecil belajar untuk melafalkan kata-kata.

Terluka

Mam, jika si kecil sudah mulai memperkembangan kebiasaan menghisap jarinya dan mengganti dengan benda-benda runcing  atau mainan yang sisinya mudah pecah bisa saja membuat mulut si kecil terluka. Luka pada mulut cukup berbahaya karena bisa membuat si kecil susah makan dan minum. Akhirnya si kecil menjadi mudah rewel karena rasa sakit dan juga lapar yang dirasakan olehnya karena mulutnya terluka.

Mam, kebiasaan menghisap jari memang terkadang banyak terjadi di kalangan anak-anak. Tapi pastikan agar si kecil tidak menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaannya karena memiliki dampak buruk pada kesehatannya.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :