Cara Mencegah Si Kecil Agar Tidak Menjadi Slow Learner

Memiliki anak yang cerdas merupakan anugerah dan juga kebanggaan bagi semua orang tua manapun. Tidak heran kalau banyak orang tua yang bersedia untuk melakukan apa saja guna memastikan si kecil mendapatkan kualitas pendidikan yang terbaik sehingga bisa menjamin masa depannya yang lebih cerah. Mam, tapi pernahkah terlintas di pikiran Anda kalau Anda khawatir kepada si kecil apabila ia lambat mengikuti pelajaran yang ada di sekolah? Tenang saja,berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah si kecil menjadi slow learner.

Melakukan Segalanya untuk si Kecil

Orang tua tentu akan berbuat apapun untuk membahagiakan buah hati. Namun, terkadang membiarkan si kecil berjuang sendiri juga penting. Misalnya, membuka toples yang tertutup untuknya, mengambilkan mainan kepadanya, membuatkan PR, dan hal lain yang sebenarnya masih bisa dilakukan oleh si kecil sendiri. Mam, dengan Anda melakukan sebagian besar hal di hidupnya justru akan menghilangkan kesempatan mereka untuk belajar dan mengenal sesuatu. Hal ini jika dibiarkan justru akan membuat si kecil menjadi slow learner dan lambat mengikuti pelajaran ketika di sekolah.

Membelikan Apapun yang Ia Inginkan

Mam, poin ini hampir mirip dengan poin sebelumnya. Sebagai orang tua, Anda memang bekerja keras hanya untuk memenuhi kebutuhan si kecil, tapi penting juga mengajarkan kepada mereka tentang perbedaan antara keinginan dan juga kebutuhan dalam hidupnya. Jika Anda terbiasa membelikan apapun yang ia minta, kini cobalah untuk mengurangi kebiasaan itu. Kesempatan si kecil untuk belajar tidak berdasarkan terhadap hal-hal yang bersifat material, justru kasih cinta dari kedua orang tuanya-lah yang mampu membuatnya bahagia.

Terlalu Sering Membantu si Kecil Mengambil Keputusan

Mam, sebagai ibu Anda memang berhak untuk memastikan apa hal terbaik untuk si kecil, tapi terlalu sering mengambil keputusan dalam hidupnya pun tidak terlalu baik. Jika Anda terbiasa untuk memutuskan apapun untuk anak Anda, cobalah sekali-kali mundur selangkah dan biarkan si kecil memutuskan apa yang mereka inginkan. Dari hal semacam ini, Anda juga bisa memberikan ilmu baru kepadanya.

Contoh sederhananya, ketika Anda di restoran, lalu Anda melihat si kecil lama untuk memutuskan untuk memesan apa, biarkan saja dulu. Berikan ruang kepadanya untuk mengungkapkan secara langsung apa yang mereka inginkan. Cara ini juga bisa melatih kemampuan mereka untuk mengambil keputusan dan juga komunikasi mereka.

Membiarkan si Kecil Menjadi Pembaca yang Malas

Tidak menumbuhkan rasa cinta untuk membaca dan belajar akan sangat berbahaya bagi perkembangan mereka,Mam. Hal ini akan sangat berpengaruh besar dalam kehidupan akademis mereka sehingga membuat mereka menjadi slow learner. Memang Anda tidak harus membuat si kecil menjadi pecinta buku, tapi setidaknya Anda bisa membuat si kecil rela untuk duduk diam dan menyelesaikan beberapa cerpen atau beberapa bab dalam buku bacaan dibandingkan hanya bermain gadget.

Membatasi Anak untuk Tidak Mengikuti Olahraga atau Kegiatan Positif Lainnya

Mam, kecerdasan itu bisa dilatih dan dikembangkan melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara sosio-emosional. Biarkan si kecil untuk mengikuti kegiatan olahraga ataupun kegiatan positif lainnya. Mengingat dari olahraga atau kegiatan lainnya dapat melatih kemampuan berinteraksi, membangun rasa percaya diri, dan juga kemampuan komunikasi bagi anak.

Membiarkan Ia Terlalu Lama Berhadapan dengan ‘Layar’

Mam, fakta satu ini bukan lagi sebuah rahasia. Anda sendiri pun tentu sudah tahu kalau anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan TV dan gadget cenderung lebih pasif dan anti sosial. Parahnya ketika ia disuguhkan dengan buku, mereka akan merasa bosan dan sama sekali tidak tertarik. Hal ini berbahya karena mereka tidak bisa belajar untuk bagaimana memusatkan perhatian pada pelajaran yang ada di sekolah.

Mam, itulah beberapa cara untuk mencegah si kecil menjadi slow learner. Anak-anak memang membutuhkan bimbingan dari orang tua dan juga orang yang lebih dewasa. Tapi tidak ada salahnya jika Anda membiarkan ia untuk belajar dengan sendiri, asal tetap diiringi dengan pengawasan dari orang tua jika ada yang salah atau pun kurang sesuai.

 

Baca juga :

7 Jenis Makanan untuk Mengatasi Sembelit Pada Ibu Hamil

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :