Cara Tepat Mendidik Si Kecil yang Introvert

Mendidik anak yang introvert bisa dibilang susah-susah gampang. Di satu sisi, anak introvert memiliki sifat yang patuh dan tidak terlalu aktif sehingga mudah untuk diatur. Di sisi lain, anak introvert sulit untuk mengutarakan apa yang mereka inginkan. Ini yang menjadi tantangan berat bagi orang tua dalam mengasuh anak yang introvert.

Namun, bila dididik dengan tepat, anak introvert dapat berkembang dengan baik. Sisi sentimental dalam anak introvert biasanya akan terbangun dan kemungkinan besar Si Kecil akan jadi orang yang memiliki jiwa sosial tinggi. Lalu bagaimana cara tepat mendidik Si Kecil yang introvert? Begini ulasannya.

Hargai Si Kecil

Meskipun bagi Mam anak introvert mudah diasuh, jangan lantas Mam mengabaikan perkembangannya begitu saja. Mam wajib menghargainya demi menjaga ikatan batin antara Mam dan Si Kecil. Kenyamanannya sebagai anggota keluarga harus dibentuk sedini mungkin agar Si Kecil tidak merasa terasing nantinya.

Caranya, Mam harus lebih aktif menanyakan apa yang jadi kegiatannya dalam sehari. Bila memang Si Kecil hanya menjawabnya dengan jawaban yang singkat-singkat, jangan paksa dia untuk bercerita. Sifat dasar anak yang introvert memang demikian. Bila Mam memaksanya, bukan tidak mungkin Si Kecil akan merasa takut dan memilih untuk menghindari Mam.

Perlahan Namun Pasti

Bila Si Kecil menolak untuk mencoba hal baru atau bertemu dengan orang baru, biasakan dia untuk merasakan pengalaman baru secara bertahap. Jangan biarkan dia bersembunyi dari mereka, namun tetap hargai batasan-batasan yang dia inginkan. Perhatikan apa hal yang dia takutkan dari keramaian.

Ketika terlihat bahwa dia mencoba untuk melibatkan diri untuk berkenalan dengan anak-anak baru, biarkan dia tahu bahwa Mam suka dengan usahanya tersebut. Katakan “Mama melihatmu berkenalan dengan anak-anak baru. Mama tahu ini sulit, namun Mama bangga dengan kamu”. Setelah Si Kecil menikmati kebersamaan dengan anak-anak baru, perjelas bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan ketika bertemu dengan mereka. Buktinya, Si Kecil menyukai berkumpul bersama teman-teman baru.

Jangan Menyebutnya Pemalu

Meskipun pada kenyataannya memang Si Kecil sangat pemalu, jangan sebut dia pemalu apalagi di depan orang banyak. Hal ini akan membuatnya semakin malu dan canggung. Perlahan dia akan menyadari bahwa predikat pemalu adalah sebuah predikat yang buruk. Inilah yang akan membuatnya semakin tidak ingin bertemu dengan suasana baru.

Rasa malu pada diri anak introvert sebenarnya membawa Si Kecil merasa bahwa semua berada di bawah kuasanya. Biarkan Si Kecil berlatih mengendalikan rasa malu tanpa harus menyebut dia pemalu di depan orang banyak.

Jangan Suruh Dia Meniru Mam

Bila Mam adalah seorang introvert saat masih kecil, jangan bandingkan pengalaman Mam waktu kecil dengan Si Kecil. Mungkin saat-saat introvert Mam adalah saat yang paling menyakitkan bagi Mam. Namun, jangan samakan hal tersebut dengan kondisi Si Kecil saat ini atau menganggapnya tidak dapat menangani masalah tersebut. Percayalah bahwa dia mampu dan dapat bertahan. Hal yang harus Mam lakukan adalah sama-sama senang dengan aktivitas yang dia suka. Ambillah peran dalam suasana gembira yang dia ciptakan. Bantu dia menumbuhkan rasa percaya diri dan ajari dia keahlian untuk menguasai suasana tertentu yang membuatnya stres.

Anak Mam Adalah Anak Anggrek

Bila Si Kecil memiliki kepekaan yang tinggi terhadap sesuatu, baik itu suasana atau kondisi emosional, maka dia adalah “anak anggrek”. Sebutan ini diberikan oleh para peneliti yang mempelajari tentang teori ini, dimana beberapa anak mirip seperti bunga dandelion, sedang yang lainnya mirip anggrek. Anak dandelion mudah untuk menyatu dengan lingkungannya, sedangkan anak anggrek cenderung mudah layu, namun peka terhadap lingkungan. Anak anggrek biasanya melakukan banyak hal lebih baik dibanding anak dandelion. Mereka sering kali lebih sehat, nilai-nilai yang lebih baik, dan suka hubungan yang kuat.

 

Itulah beberapa cara tepat untuk mengasuh Si Kecil yang introvert. Mungkin bagi Mam, mengasuh anak introvert cukup mudah karena mereka cenderung penurut. Namun, bila Mam kurang memberikan perhatian yang lebih, bukan tidak mungkin Si Kecil akan merasa terasing di lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga sendiri.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :