Haruskah Mengantarkan Si Kecil Berangkat Sekolah Ketika Sudah Sekolah Dasar?

“Wah sudah besar ya, sudah masuk SD”, celoteh kebanyakan orang tua lain jika melihat Si Kecil mulai mengenakan seragam putih-merah. Kata ‘sudah besar’ memang sedikit ambigu, seringkali justru malah menimbulkan keraguan dalam bagaimana cara mendidik dan mengasuh yang baik untuk Si Kecil, seperti mengantar mereka berangkat sekolah misalnya.

Sekolah akan menjadi rumah kedua bagi Si Kecil. Mereka akan mengisi  harinya dengan berkegiatan di sekolah, 5-6 hari dalam seminggu, dan bertahun-tahun dalam hidupnya. Oleh sebab itu, Itje Chodidjah, praktisi dan pengamat pendidikan, dalam Republika.co.id mengatakan bahwa orang tua harus menyempatkan mengantar Si Kecil pergi ke sekolah agar mereka mendapatkan rasa nyaman. Apalagi jika mereka baru mengalami jenjang pendidikan, dari Taman Kanak-kanak (TK) ke Sekolah Dasar (SD) misalnya.

Mengantarkan Si Kecil berangkat sekolah juga mengajarkan mereka tentang pemahaman kesepakatan. Si Kecil akan mengerti bahwa dirinya harus masuk dan bersekolah di SD tersebut karena ayah dan ibunya telah sepakat untuk memilih sekolah tersebut. Selain kedua hal diatas, berikut empat alasan lainnya yang mendasari mengapa Mam sebaiknya mengantar Si Kecil berangkat sekolah:

  1. Mempelajari dan mengajarkan situasi sekitar sekolah

Situasi SD jauh berbeda dengan TK, sudah tidak ada ayunan, jungkat-jungkit, atau serodotan. Seragam yang Si Kecil kenakan juga berbeda warna, begitupun dengan pelajaran-pelajaran yang dihadapinya. Mengantar Si Kecil berangkat ke sekolah bisa jadi kesempatan Mam untuk memperkenalkan itu semua kepada mereka, bahwa kelas yang akan mereka tempati berbeda dengan yang mereka tempati di TK, guru yang mengajar akan berbeda, dan Si Kecil juga akan mendapat teman-teman baru yang berbeda. Selain itu, Mam juga sekaligus bisa mempelajari bagaimana sistem keamanan sekolah, adakah senioritas di sekolah tersebut, atau kondisi sekitar lingkungan sekolah.

  1. Menjalin kerjasama dengan orangtua murid lain

Mam juga bisa bertemu dengan para orang tua lain dan menjalin pertemanan positif. Maksudnya, menjalin pertemanan bukan hanya sebagai teman bergosip dan saling membicarakan orang tua lainnya, tetapi sebagai teman diskusi mengenai tumbuh-kembang Si Kecil. Hubungan dengan sesama orang tua yang baik juga berguna ketika Mam atau saudara yang lain tidak ada yang bisa menjemput Si Kecil pulang sekolah. Ketimbang menyuruh seseorang yang tidak Mam kenal, lebih baik meminta tolong orang tua murid yang lain untuk sekalian menjemput Si Kecil.

  1. Mengenal guru-guru dan wali kelas

Mengantarkan Si Kecil berangkat ke SD juga menjadi kesempatan untuk Mam mengenal siapa guru-guru yang akan bertanggung jawab atas pendidikan mereka. Mam juga bisa memberikan kontak siapa saja yang akan menjemput Si Kecil sepulang sekolah (diluar dari nama-nama tersebut sekolah tidak akan memperbolehkan menjemput Si Kecil), serta memberikan nomor telepon darurat jika terjadi sesuatu pada Si Kecil atau terdapat acara sekolah yang mendadak.

  1. Mengenal kondisi kantin sekolah

Mengetahui isi kantin dan memastikan makanan-minuman yang dijajankan adalah yang sehat dan bergizi adalah hal sepele, tetapi hal ini tidak boleh dilupakan. Dikutip dari situs web Badan POM, dari hasil monitoring kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan tahun 2005, dilaporkan ada 184 kejadian KLB keracunan pangan dengan 23.864 orang jumlah yang makan, 8.949 orang jumlah yang sakit, dan 49 orang jumlah yang meninggal dunia. Dari 184 kejadian tersebut 33 kejadian dari pangan jajanan dan 20.11% terjadi di lingkungan sekolah dan kampus. Dari data ini, menunjukkan bahwa masalah keamanan pangan jajanan, masih tinggi.

Walaupun mengantarkan Si Kecil ke SD adalah perihal penting, Itje menekankan bahwa Mam tidak perlu menunggu Si Kecil sampai pulang sekolah. Menunggu mereka sampai pulang sekolah sama saja mengajarkan dirinya untuk tidak mandiri, sedangkan usia SD adalah waktu yang tepat dalam melatih kemandirian.

Baca juga : 

Apa Yang Biasa Dilakukan Oleh Para Ibu Saat Menyusui?

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :